Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN TOTAL PRODUKTIVE MAINTENENCE (TPM) PADA CRUSHER IX PT. BOSOWA MINIM MAROS Laumma, Muhammad Alwi
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v3i1.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan mesin atau peralatan, serta Menganalisa tingkat efektivitas mesin dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness) pada mesin Crusher IX PT. Bosowa Mining. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Bosowa Mining yang fokus memproduksi batu pecah (chipping) di daerah Kabupaten Maros. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness adalah produk dari operating rate (availability), performance rate, dan quality rate. Hal ini mencerminkan kemampuan keseluruhan mesin. Metode ini digunakan untuk perhitungan tingkat efektivitas mesin sehingga diperoleh nilai indeks Overall Equipment Efficiency (OEE). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode OEE terlihat bahwa nilai rata-rata OEE yang dicapai adalah 40,51% dengan pencapaian terendah dibulan Agustus 2021 sebesar 22% dan tertinggi terjadi dibulan April 2022 sebesar 77%Availability tertinggi terjadi dibulan April 2022 sebesar 74,77 %. Hala ini terjadi karena pada bulan tersebut downtime paling rendah yaitu sebesar 78,73 jam.
TINJAUAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES PERMESINAN BUBUT CNC DENGAN VARIASI PUTARAN Laumma, Muhammad Alwi; Fahar, Andi Abustan
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v3i2.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan mesin bubut CNC dengan variasi putaran. Gerak pemakanan dan kedalaman pemakanan yang kecil maka akan menghasilkan nilai kekasaran yang kecil (lebih halus). Hal ini dapat diketahui dari hasil pengujian kekasaran dimana pembubutan yang menggunakan Variasi putaran 1000 Rpm, dengan Kedalaman Pemakanan 0,5 mm dan gerak pemakanan 1,00 mm/rot (kode K3) menghasilkan nilai kekasaran yang lebih besar yaitu 3,43 µm atau berada pada kelas kekasaran N8 sampai N9. Sedangkan pembubutan yang menggunakan variasi putaran 1500 Rpm, dengan kedalaman pemakanan 0,125 mm dan gerak pemakanan 0,50 mm/rot (kode K7) menghasilkan nilai kekasaran yang lebih kecil yaitu 0,68 µm atau berada pada kelas kekasaran N5 sampai N6. Nilai kekasaran terkecil dari hasil penelitian ini adalah 0,68 µm, dimana nilai kekasaran tersebut dapat digunakan pada perancangan bantalan-bantalan luncur yang perancangannya membutuhkan nilai kekasaran antara 0,40 sampai 0,80 µm.
Analisis Perawatan Mesin Bubut Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) Pada CV. Sumber Jaya Makassar Laumma, Muhammad Alwi; Yunus, Kartini; Haslinda, Haslinda
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v4i1.517

Abstract

The aim of this research is to analyze the determination of the maintenance system and component replacement time intervals using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method. This research was carried out at CV. Sumber Jaya Makassar which is located on Jl. Pioneers of Independence, Biringkanaya District, Makassar City. The data obtained shows that there is one lathe machine component that has a very high level of damage, namely the lathe machine electrical system component. From the results of the Mean Time Between Maintenance (MTBM) calculation, it is found that the maintenance interval for the lathe machine electrical system components is every 223.1111 hours, the lathe machine is every 401.6 hours, the lathe machine's fixed head is every 508 hours, the lathe's removable head is every 669.3333 hours. clock and lathe chuck every 1004 hours. To obtain the performance of a lathe that can operate according to its performance, planned or periodic care or maintenance is needed or what is often called preventive maintenance, namely by carrying out daily, weekly and monthly maintenance.
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK PADA PENGELASAN METAL INERT GAS (MIG) TERHADAP SAMBUNGAN LOGAM ALUMINIUM Laumma, Muhammad Alwi; Yunus, Kartini
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v4i2.582

Abstract

The aim of this research is to calculate and compare the tensile strength of MIG welding with different current variations, apart from that it can also obtain optimal electric current variations in MIG (Metal Inert Gas) welding, electric current variations namely 150 amperes, 155 amperes and 160 amperes. Data from tensile test results using ASTM B 557M 02-a standard with the highest tensile stress value obtained in welding using a current of 155 amperes, namely 13.03 kg/mm² and the lowest tensile stress value at a current of 160 amperes 9.47 kg/ mm².
TINJAUAN PENERAPAN K3 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP Yunus, Kartini Yunus; Laumma, Muhammad Alwi; Membalik, Yohanis Membalik
JNSTA ADPERTISI JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jnsta.v4i2.597

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap menggunakan media gas panas dan steam untuk memutarkan turbin yang dikopel dengan generator sebelum didistribusikan ke pelanggan. Peran divisi operasi merupakan salah satu bagian yang memiliki pekerjaan penting dalam pengelolaan pengoperasian sistem PLTGU, tentunya pekerjaan divisi operasi memiliki tingkat risiko yang tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Oleh sebab itu, penting dilakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan menentukan jenis pengendalian risiko pada bagian yang ditemukan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi bahaya dan risiko apa saja yang terdapat pada pekerjaan divisi operasi pembangkit listrik serta memberikan tindakan pencegahan dalam mereduksi risiko tersebut. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diidentifikasi melalui Metode Hazard Identification Risk Assessment Determine Control (HIRADC). Serta dilakukan pengevaluasian peringkat risiko melalui ALARP (As Low As Reasonably Practicable). Dengan memasukan nilai besarnya risiko K3 maka dapat ditentukan peringkat risiko K3 dalam pelaksanaan pekerjaan divisi operasi pembangkit. Terdapat 10 jenis risiko rendah (low risk) (28%), 10 jenis risiko sedang (medium risk) (5%), 157 jenis risiko tergolong tinggi (high risk), dan 0 jenis risiko sangat tinggi (extreme risk) (0%).