Santos, Christian C.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Profiling of anaplasmosis in dogs from small animal veterinary clinics in Cities of Nueva Ecija, Philippines Timenia, Anne Auldwyne T.; Santos, Christian C.; Soriano, Alvin Puntil
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.71-72

Abstract

Studi retrospektif ini menganalisis data anaplasmosis anjing dari tahun 2020 hingga 2022 yang dikumpulkan dari delapan klinik hewan kecil di Cabanatuan, Gapan, Muñoz, dan Kota San Jose di Nueva Ecija. Studi ini berfokus pada distribusi kasus berdasarkan usia anjing, jenis kelamin, ras, waktu kasus dilaporkan, dan tempat tinggal pemilik, dengan menggunakan Microsoft Excel untuk pengorganisasian data. Temuan menunjukkan bahwa anjing berusia 7-12 bulan mengalami insiden anaplasmosis tertinggi sebesar 54,40%. Anjing jantan menunjukkan tingkat infeksi yang sedikit lebih tinggi (49,77%) dibandingkan dengan anjing betina (49,39%). Ras anjing mainan paling banyak terkena dampak, dengan tingkat infeksi 61,13%. Tanda klinis yang paling umum adalah tidak nafsu makan, dilaporkan pada 61,01% kasus. Kasus anaplasmosis mencapai puncaknya selama musim hujan dari bulan Juni hingga November, dengan Cabanatuan mencatat jumlah kasus tertinggi (189). Penelitian ini mengonfirmasi korelasi statistik yang signifikan antara anaplasmosis dan usia, jenis kelamin, dan ras hewan.
Canine Heartworm Disease in Nueva Ecija, Philippines: A Clinic-Based Epidemiological Study Agunday, Nicole C.; Santos, Christian C.; Agustin, Armando G.
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.3.61-62

Abstract

This study profiled canine heartworm disease (CHD) cases recorded from 2020 to 2022 in veterinary clinics across Cabanatuan, Gapan, Muñoz, and San Jose, Nueva Ecija. Data from eight clinics included age, sex, breed, preventive history, and clinical signs. A total of 378 confirmed CHD cases were identified using rapid antigen tests. Most infections occurred in dogs aged over 13 months (63.85%), with slightly higher prevalence in males (54.35%) and toy breeds (62.27%). Notably, 90.77% of affected dogs had no record of heartworm prophylaxis. Coughing (86.28%) was the most frequent clinical sign. Cases peaked during the rainy season (June–November), with Cabanatuan City recording the highest number (n = 304). Statistical analysis indicated a significant correlation between CHD and age. These findings highlight the importance of year-round preventive care and increased owner awareness, particularly in high-risk areas.
Profiling of canine distemper virus infection from Small Animal Veterinary Clinics in Cities of Nueva Ecija, Philippines Santos, Christian C.; Luna, April Kate Valery M.; Soriano, Alvin P.
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.41-42

Abstract

Canine distemper virus (CDV) adalah patogen yang sangat menular dan mematikan yang memengaruhi musang domestik dan liar. Studi retrospektif ini menganalisis 267 kasus CDV dari klinik hewan di Nueva Ecija Pilipina selama tiga tahun (2020-2022). Data termasuk usia, jenis kelamin, ras, status vaksinasi, dan tanda-tanda klinis dianalisis menggunakan uji chi-square. Tingkat infeksi tertinggi (38,95%) diamati pada anjing berusia ≥ 13 bulan. Gejala klinis lebih banyak ditemukan pada betina (53,18%) dibandingkan jantan (43,82%). Ras toy paling banyak terpengaruh (38,58%), dan 68,54% dari kasus tidak divaksinasi. Gejala yang paling umum adalah keluarnya cairan hidung (46,44%). Insiden CDV memuncak selama musim hujan, dengan Kota Cabanatuan melaporkan jumlah kasus tertinggi. Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,003), ras (p=0,042), dan infeksi CDV.