Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTITAS BUDAYA NASIONAL DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICK KARYA HAMKA DAN FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICK KARYA HAMKA Rana Salsabila Nu’ma
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i4.3437

Abstract

Negara Indonesia merupakan Negara yang multikultur dengan menjadikan kompleksitasnya. Mempengaruhi kondisi ini cerita yang muncul dalam film yang merekontruksi kenyataan. “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” ini di ceritakan dalam film percintaan yang multikultur nya di bumbui isu-isu identitas khusus nya terkait dengan budaya, ras, ranah suku, dan kelas sosial yang ada di Indonesia. Yaitu khususnya di daerah Minang. Pendekatan ini di tulis menggunakan pendekatan multuralisme Will Kymlicka dan memaknai temuan-temuan data untuk menginterprestasinya. Identitas buku ini di temukan penulis dan kelas sosial yang menjadi isu-isu multikuralisme yang di komunikasikan dalam film ini, memicu timbulnya sekaligus konflik dalam film. Menunjukkan hasil analisis lain yang etnosentrisme dan primodial merupakan hambatan dalam konteks multikuralisme yang di komunikasikan film ini di indonesia
IDENTITAS BUDAYA NASIONAL DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICK KARYA HAMKA DAN FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WICK KARYA HAMKA Rana Salsabila Nu’ma
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i4.3437

Abstract

Negara Indonesia merupakan Negara yang multikultur dengan menjadikan kompleksitasnya. Mempengaruhi kondisi ini cerita yang muncul dalam film yang merekontruksi kenyataan. “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” ini di ceritakan dalam film percintaan yang multikultur nya di bumbui isu-isu identitas khusus nya terkait dengan budaya, ras, ranah suku, dan kelas sosial yang ada di Indonesia. Yaitu khususnya di daerah Minang. Pendekatan ini di tulis menggunakan pendekatan multuralisme Will Kymlicka dan memaknai temuan-temuan data untuk menginterprestasinya. Identitas buku ini di temukan penulis dan kelas sosial yang menjadi isu-isu multikuralisme yang di komunikasikan dalam film ini, memicu timbulnya sekaligus konflik dalam film. Menunjukkan hasil analisis lain yang etnosentrisme dan primodial merupakan hambatan dalam konteks multikuralisme yang di komunikasikan film ini di indonesia