Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PELESTARIAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA Winda Vita Puri Dalimunthe
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh bahasa gaul terhadap pelestarian bahasa indonesia di kalangan remaja. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perspektif remaja terhadap penggunaan bahasa baku. Dalam hal pengetahuan dan teknologi, globalisasi memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari banyak orang termasuk kaum muda. Ada banyak cara berbeda untuk mengekspresikan diri, mulai dari cara Anda menjalani hidup hingga bahasa yang Anda gunakan. Mungkin banyak orang yang merasa tertipu jika menggunakan bahasa Indonesia yang akurat dan terkini. Akibatnya, bahasa merupakan sumber kebanggaan utama bagi bangsa. Sebagai generasi bangsa, kita harus mampu berkomunikasi dengan negara lain di Indonesia sebagai bentuk diplomasi pento-paper. Menggunakan bahasa yang bukan bahasa ibu adalah hal yang biasa terjadi di lingkungan sekitar, dan ironisnya, hal ini dipandang sebagai tanda kemajuan. Salah satu penyebab utama sulitnya penggunaan bahasa Indonesia adalah pengaruh bahasa lain atau modernisasi. Ini adalah kejadian umum di antara umat Katolik Roma di seluruh negeri. Bahasa Indonesia baku telah disebabkan oleh perkembangan bahasa gaul. Mereka akan lupa untuk berbicara dalam bahasa Indonesia saat mereka sedang mendiskusikan hal-hal resmi, meskipun mereka terbiasa berbicara dalam bahasa Gaul. Oleh karena itu, semua pihak yang berkepentingan untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar perlu memperhatikan situasi ini. Antara lain dapat kita sampaikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya keturunan generasi Bangsa Penerus, bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan harus diucapkan.
PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PELESTARIAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA Winda Vita Puri Dalimunthe
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 6 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v2i6.3619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh bahasa gaul terhadap pelestarian bahasa indonesia di kalangan remaja. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perspektif remaja terhadap penggunaan bahasa baku. Dalam hal pengetahuan dan teknologi, globalisasi memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari banyak orang termasuk kaum muda. Ada banyak cara berbeda untuk mengekspresikan diri, mulai dari cara Anda menjalani hidup hingga bahasa yang Anda gunakan. Mungkin banyak orang yang merasa tertipu jika menggunakan bahasa Indonesia yang akurat dan terkini. Akibatnya, bahasa merupakan sumber kebanggaan utama bagi bangsa. Sebagai generasi bangsa, kita harus mampu berkomunikasi dengan negara lain di Indonesia sebagai bentuk diplomasi pento-paper. Menggunakan bahasa yang bukan bahasa ibu adalah hal yang biasa terjadi di lingkungan sekitar, dan ironisnya, hal ini dipandang sebagai tanda kemajuan. Salah satu penyebab utama sulitnya penggunaan bahasa Indonesia adalah pengaruh bahasa lain atau modernisasi. Ini adalah kejadian umum di antara umat Katolik Roma di seluruh negeri. Bahasa Indonesia baku telah disebabkan oleh perkembangan bahasa gaul. Mereka akan lupa untuk berbicara dalam bahasa Indonesia saat mereka sedang mendiskusikan hal-hal resmi, meskipun mereka terbiasa berbicara dalam bahasa Gaul. Oleh karena itu, semua pihak yang berkepentingan untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar perlu memperhatikan situasi ini. Antara lain dapat kita sampaikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya keturunan generasi Bangsa Penerus, bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan harus diucapkan.