AbstractIt requires a long process to introduce character education, because it is difficult to change a person's character. Self-habituation can start from applying the words sorry, please, thank you and permission in everyday life. The aim of this research is to improve video-based learning media to introduce ethics to young children as an innovative, effective learning tool and help children understand ethical concepts in a more fun and interesting way. This research applies research and development research and development methods and uses ADDIE. The subjects of this research were 13 people, 1 material and media expert, 2 kindergarten teachers as respondents and 10 early childhood children who were the test objects. The data collected was in the form of research instrument sheets using qualitative descriptive techniques. Then processed using quantitative descriptive techniques. From the media and material expert trials, the results were 100%, which means very good, the respondents' trials got 98% results, which was categorized as very good, and the results of the observation trials on children got 97%, which means very good. It can be stated that video-based learning media with the theme of introducing ethics for young children is suitable for use as an introduction to the words sorry, please, thank you and permission in learning. The research results also show that the use of songs in learning videos can increase children's understanding of ethical vocabulary. By combining musical and visual elements in media, children can easily remember the ethical concepts taught. These findings not only provide insight into the development of learning media that are more effective in conveying moral values to children, but also underline the importance of a creative approach in designing learning content to be more appropriate and to attract the target audience of children. Keywords: Early Childhood; Video-Based Learning Media; Character buildingAbstrakMembutuhkan proses yang lama untuk mengenalkan pendidikan karakter, karena sulit untuk merubah karakter seseorang. Pembiasaan diri dapat dimulai dari penerapan kata maaf, tolong, terima kasih, dan permisi dalam keseharian. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan media pembelajaran berbasis video untuk mengenalkan kosakata etika pada anak usia dini untuk, sebagai alat pembelajaran yang inovatif, efektif serta membantu anak memahami konsep etika secara lebih menyenangkan dan menarik. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (research dan development) dan mempergunakan ADDIE. Subjek penelitian ini berjumlah 13 orang, 1 ahli materi dan media, 2 guru TK sebagai responden dan 10 orang anak usia dini yang menjadi objek uji coba. Data yang dikumpulkan berupa lembar instrumen penelitian yang menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Kemudian diolah menggunakan teknik deskripstif kuantitatif. Dari uji coba ahli media dan materi memperoleh hasil 100% yang artinya sangat baik, uji coba responden mendapatkan hasil 98% yang berkategori sangat baik, dan hasil uji coba observasi pada anak mendapat hasil 97% yang artinya sangat baik. Dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran berbasis video dengan tema mengenalkan kosakata etika untuk anak usia dini layak digunakan sebagai pengenalan kata maaf, tolong, terima kasih, dan permisi pada pembelajaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu dalam video pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap kosa kata etika. Dengan memadukan unsur musikal dan visual dalam media, anak-anak dapat dengan mudah mengingat konsep etika yang diajarkan. Temuan ini tidak hanya memberikan insight pada pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada anak-anak, tetapi juga menggaris bawahi pentingnya pendekatan kreatif dalam merancang konten pembelajaran agar lebih sesuai dan menarik bagi target audiens anak-anak.Kata kunci: Anak Usia Dini; Media Pembelajaran Berbasis Video; Pendidikan Karakter