Di bidang matematika, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah sejak usia dini penting dilakukan oleh peserta didik. Namun, di Indonesia, banyak pendekatan pengajaran matematika yang masih mengandalkan metode mekanistik, yang pada akhirnya mengakibatkan pembelajaran matematika menjadi kurang bermakna. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pendekatan pembelajaran matematika yang berfokus pada pengalaman matematis sehari-hari dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi, dan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar. Analisis data deskriptif dilakukan dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk satu sampel, uji T, dan N-gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai posttest peserta didik lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pretest. Selain itu, uji T Paired sample test juga menunjukkan adanya signifikansi dengan nilai p-value sebesar 0,00 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Kemampuan memecahkan masalah peserta didik mengalami peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang, seperti yang diindikasikan oleh hasil N-gain yang telah diuji. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan hasil antara pretest dan posttest menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan strategi pembelajaran matematika realistik (PMR) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di sekolah dasar, dengan tingkat peningkatan yang termasuk dalam kategori sedang