Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi terhadap Dosen dengan Karakter Modern dan Tradisional Pradana, Kartyas Argya
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6023

Abstract

Pergeseran tingkah laku yang dipengaruhi oleh tren terbaru di media sosial yang sangat berbeda dengan masa muda para pendidik di tempat belajar, menyebabkan kesenjangan yang besar saat terjadi proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi mahasiswa terhadap kepribadian dosen di kelas pembelajaran. Penulis membedakan bahwa dosen di perguruan tinggi memiliki 2 macam kepribadian yaitu modern dan tradisional. Menurut dasar psikologi bahwa jika seseorang telah memberikan kasih sayang kepada orang lain, mereka akan selalu memperhatikan dan mendengarkan dengan penuh apa yang mereka katakan atau katakan kepada mereka. Oleh karena itu, penulis ingin mengungkapkan apakah karakteristik dosen modern atau tradisional yang akan lebih digandrungi oleh mahasiswa khususnya dalam lingkup Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif komparatif. Penulis mengumpulkan semua data dari ulasan responden tentang dua jenis karakteristik yang terbentuk dalam paragraf. Selain itu, data tersebut akan disimpulkan dan dibandingkan. Hasilnya dosen modern mendapat 57,4%, tradisional mendapat 10,6%, dan netral 31,9%. Selanjutnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa dosen modern adalah karakteristik terbaik yang lebih dicintai dan disayangi oleh mahasiswa. Mereka juga ceria dan hebat dalam komunikasi yang membuat mereka mendapatkan keterikatan yang besar
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi terhadap Dosen dengan Karakter Modern dan Tradisional Pradana, Kartyas Argya
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6023

Abstract

Pergeseran tingkah laku yang dipengaruhi oleh tren terbaru di media sosial yang sangat berbeda dengan masa muda para pendidik di tempat belajar, menyebabkan kesenjangan yang besar saat terjadi proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi mahasiswa terhadap kepribadian dosen di kelas pembelajaran. Penulis membedakan bahwa dosen di perguruan tinggi memiliki 2 macam kepribadian yaitu modern dan tradisional. Menurut dasar psikologi bahwa jika seseorang telah memberikan kasih sayang kepada orang lain, mereka akan selalu memperhatikan dan mendengarkan dengan penuh apa yang mereka katakan atau katakan kepada mereka. Oleh karena itu, penulis ingin mengungkapkan apakah karakteristik dosen modern atau tradisional yang akan lebih digandrungi oleh mahasiswa khususnya dalam lingkup Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif komparatif. Penulis mengumpulkan semua data dari ulasan responden tentang dua jenis karakteristik yang terbentuk dalam paragraf. Selain itu, data tersebut akan disimpulkan dan dibandingkan. Hasilnya dosen modern mendapat 57,4%, tradisional mendapat 10,6%, dan netral 31,9%. Selanjutnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa dosen modern adalah karakteristik terbaik yang lebih dicintai dan disayangi oleh mahasiswa. Mereka juga ceria dan hebat dalam komunikasi yang membuat mereka mendapatkan keterikatan yang besar
PELATIHAN FOOTWORK PEMAIN PEMULA TENIS MEJA DENGAN PUKULAN TOPSPIN DI PTM KB PACITAN Pradana, Kartyas Argya
Journal of Social Empowerment Vol. 10 No. 01 (2025): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jse.2025.10.1.8

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membantu pemain tenis meja pemula di PTM KB Pacitan dalam mengembangkan kelincahan footwork. Tahapan yang dilakukan meliputi : (1) survey lokasi, (2) berkoordinasi dengan pengurus PTM KB Pacitan, (3) menyusun jadwal, dan (4) melaksanakan kegiatan. Metode yang digunakan meliputi : (1) edukasi, (2) demonstrasi, (3) pendampingan praktik, dan (4) evaluasi. Footwork yang dimiliki pemain pemula pada awalnya masih sangat kurang cepat dan lincah padahal usia masih sangat muda. Namun setelah diberikan beberapa tekanan latihan menggerakkan kaki dalam tenis meja, pemain pemula dapat sedikit-demi sedikit bertambah cepat dan lincah.