Perkembangan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas keterlibatan mahasiswa dalam judi online dengan tingkat keterbukaan diri (self-disclosure) dalam komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima informan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang memiliki pengalaman keterlibatan judi online dengan intensitas yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan intensitas judi online yang tinggi cenderung memiliki tingkat keterbukaan diri yang rendah. Keterlibatan intens dalam judi online mendorong mahasiswa membatasi pengungkapan informasi pribadi sebagai bentuk perlindungan diri dari stigma sosial, penilaian negatif, serta tekanan psikologis. Hambatan keterbukaan diri dipengaruhi oleh faktor-faktor kontekstual, seperti kondisi psikologis yang tidak stabil, tekanan sosial, lingkungan pertemanan, serta pengalaman interpersonal sebelumnya. Sebaliknya, mahasiswa yang telah berhenti dari aktivitas judi online menunjukkan peningkatan keterbukaan diri, terutama ketika berada dalam lingkungan sosial yang suportif dan aman secara emosional. Dukungan sosial yang positif berperan penting dalam membantu pemulihan keterbukaan diri dan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan diri mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas judi online, tetapi juga oleh interaksi kompleks antara kondisi psikologis individu dan respons lingkungan sosialnya. Kata Kunci: judi online, keterbukaan diri, komunikasi interpersonal, mahasiswa, tekanan sosial