Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM TRANSAKSI NON TUNAI DALAM PELAKSANAAN BELANJA PEMERINTAH DAERAH UNTUK MEWUJUDKAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE PADA DINAS SOSIAL KOTA SALATIGA Handriman Jamain, Tries; Muhammad yusuf, Andi
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi (Mei)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.397 KB) | DOI: 10.59066/jmae.v1i1.26

Abstract

Implementasi transaksi non-tunai pada pemerintah daerah merupakan langkah pemerintah dalam berjuang untuk kinerja yang baik dan efektif demi kepentingan publik. Transaksi Non Tunai mulai diterapkan secara bertahap di Pemerintah Kota Salatiga pada awal tahun 2019 dengan dikeluarkannya Peraturan Walikota Salatiga Nomor 30 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Transaksi Peneriamaan dan Pengeluaran Daerah Secara Non Tunai dan Surat Edaran Walikota Salatiga Nomor 903/036/501 tanggal 17 Januari 2019 tentang Petunjuk Teknis Implementasi Transaksi Non Tunai Pada APBD Kota Salatiga Tahun Anggaran 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi transaksi non-tunai dalam pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik. Dengan adanya Transaksi Non Tunai ini diharapkan dapat mewujudkan prinsip Good Governance. Dinas Sosial Kota Salatiga mencoba meminimalisasi transaksi belanja secara tunai dan melaksanakan transaksi non tunai melalui penerapan Cash Manajement System (CMS) termasuk transasksi pembayaran kepada pihak ketiga yang disinyalir menimbulkan penyimpangan seperti korupsi. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas, transparansi serta tertib administrasi sudah berhasil dicapai dalam implementasi transaksi non-tunai. Akan tetapi efisiensi dari penggunaan anggaran belum mampu tercapai. Namun demikian, pada tataran strategi, sistem dan struktur sudah berjalan dengan baik. Faktor kemampuan, sumber daya manusia serta gaya kepemimpinan yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan agar dalam keberhasilan strategi pencapaian tata kelola pemerintahan yang baik.
The value of the Ringgit and the indonesian Rupiah In the Sale and Purchase Transactions of the Village Community Aji YellowSebatik island Borders the Indonesian - Malaysian Safriadi, Safriadi; Ardi, Ardi; Muhammad Yusuf, Andi
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i2.54

Abstract

The activity of the socio-economic society can be seen in the daily activities on the environment where the people live, especially people who live in the border area. The village Aji Yellow into the study site is located in Kabupaten Nunukan or commonly called the Island of Sebatik. People in Sebatik Island imposed a two currencies in the region, namely currency ringgit and indonesian rupiah. The purpose of this study untukmenjelaskan the value and meaning of the ringgit and the indonesian rupiah in the view of the Village community Aji Yellow;type-type of commodity goods traded; the practice of buying and selling transactions using the ringgit and the indonesian rupiah in the community of the Village Aji Yellow. The study used a qualitative method through interviews and participant observation. The results of the research show the value and meaning of the orientation of currency applied by the community in the Village of Aji Yellow which includes: historical aspects, ease of access, commodity, practical, security. Goods that becomes a commodity trading almost the entire starting from primary needs to tertiary. The value of the ringgit and the indonesian rupiah in the view of society is the result of consensus that can be beneficial in the social and cultural environment on the border of the two countries, Indonesia and Malaysia.