Ismah, Ismah
Universitas Muria Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENARIK MINAT SISWA PADA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELLING Ismah, Ismah
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.117 KB) | DOI: 10.24176/jkg.v2i1.550

Abstract

Rendahnya minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling terlihat dari minimnya siswa yang datang keruang BK untuk memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Permasalahan yang dikaji dalam penulisan ini adalah, Bagaiman layanan informasi dengan teknik modelling dapat menarik terhadap minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya bimbingan dan konseling islami. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah untuk memberi masukan kepada guru BK di sekolah supaya siswa-siswinya tertarik atau berminat berkunjung di ruang BK, menggunakan cara layanan informasi dengan teknik modelling terhadap minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling siswa di sekolah khususnya bimbingan dan konseling islami. Pada kajian ini dapat dianalisis bahwa: layanan informasi dengan teknik modelling, diharapkan dapat berdampak positif terhadap minat siswa berkunjung ke ruang BK, sehingga guru BK dapat memberi layanan bimbingan konseling khusunya bimbingan dan konseling islami dengan kesadaran siswa tanpa pemaksaan.
Disemination of Tematic Learning Model Based on Asmaul Husna in Improving Early Childhood’s Religious Values at Ibnu Sina Kindergarten Ismah, Ismah; Herwina, Herwina
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol 7 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v7i1.18056

Abstract

The aim of this research is to disseminate and socialize thematic teaching model based on Asmaul Husna to improve the early childhood’s religious values. The research was conducted in Ibnu Sina kindergarten located in Pondok Cabe Ilir, Pamulang, South Tangerang. Objects of early childhood research in kindergarten Ibn Sina group A and B as well as play groups, with the number of children 21 students. This research is a result of model trial development in 2015 through classroom action research at Lab School Kindergarten, Faculty of Education Science, Muhammadiyah University of Jakarta. Classroom action research was conducted in three cycles, with the result of increasing the religious values ​​of children exceeding 80% based on 19 indicators of religious values ​​that must be owned by the child. The dissemination consists of 5 stages: (1) explaining the concept, (2) demonstrating the model, (3) training the teachers, (4) peer teaching, (5) real teaching (practice) has been done by 3 teachers at Ibnu Sina kindergarten. The results obtained from the dissemination of the model of thematic teaching based on Asmaul Husna is effective in improving the religious values ​​of early childhood. The model has been developed to provide a fun atmosphere for early childhood, because using real media that are in the school environment, the media used is very easy to obtain so as not to complicate the teacher. The applied learning model motivates teachers to be more creative in choosing themes and integrating in Asmaul Husna. The impact of application of the model will show good behavior habits by children in accordance with the 19 indicators of successful achievement model.
MELESTARIKAN TARI EBEG BANYUMASAN SEBAGAI UPAYA MEMELIHARA KESENIAN RAKYAT Ismah, Ismah
Jurnal Warna Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.041 KB)

Abstract

Kesenian ebeg banyumasan merupakan budaya yang lahir dari tardaisi dan potensi  masyarakat setempat, untuk itu perlu dipeliharan dan dilestarikan sebagai penghargaan terhadap  seni budaya yang telah diwariskan oleh leluhurnya, seni ebeg yang lahir dari masyarakat dan menjadi alat  komunikasi  tradisional sehingga  seni ebeg akan selalu hadir dengan latar desa, adat, dan tradisi. Seni yang lahir dari tradisi rakyat sesungguhnya dalam sisi lain sedang menunjukan sebuah makna, bahwa  rakyat  dalam posisi apapun dan kekukasaan manapun mereka dapat melakukan hal hal kreatif.Kesenian memiliki peran sebagai media komunikasi, sehingga suatu bentuk kesenian yang lahir, tumbuh dan berkembang berdasar situasi maupun kondisi masyarakat dimana kesenian tersebut menampakkan eksistensinya, serta mampu bertahan dalam perubahan jaman sekaligus menumbuhkan jiwa tertentu, serta dapat menjadi karakter masyarakat tertentu, maka memelihara dan melestarikan  adalah suatu keniscayaan.