Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Resiko Kejadian Sepsis Neonatorum di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk Garida Zuarisa; DetyMulyanti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 2 No. 1 (2023): April :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v2i1.1068

Abstract

Tujuan ketiga dari Sustained Development Goals (SDG) yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) adalah untuk mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada neonatus dan balita pada tahun 2030 salah satunya sepsis neonatorum. Sepsis neonatorum biasa diartikan sebagai gejala sistematik infeksi oleh bakteri, virus, dan jamur pada periode neonatal dengan gejala awal yang bervariasi, dari hanya malas minum, hingga syok septik. Sepsis neonatorum masih menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas pada neonatus terutama di negara berkembang seperti Indonesia. The risk factors of developing neonatal sepsis could be caused by maternal and neonatal risk factors. Faktor risiko ibu antara lain ketuban pecah dini membran (PROM) terutama lebih dari 18 jam, infeksi dan demam ibu selama persalinan, cairan ketuban meconial. Faktor risiko neonatal antaralain prematuritas, berat badan lahir rendah, asfiksia, resusitasi selama persalinan. Dengan mengetahui faktor-faktor resiko yang berperan dalam terjadinya sepsis neonatorum maka kejadian sepsis neonatorum diharapkan dapat dicegah dan dapat diberikan intervensi segera pada bayi yang mengalami sepsis sehingga mngurangi angka mortalitas dan morbiditas.
Peningkatan Kepatuhan Minum Obat Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Heppy Roosarina Rahayu Dewi; DetyMulyanti
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i2.210

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is an important systemic autoimmune disease. Women are ten times more at risk of developing LES than men. The etiology of SLE is not fully understood and the pathophysiology involves genetic, immunological, endocrine and environmental factors. SLE is a chronic disease with periods of remission and relapse, so it requires different management and a long time. Medication adherence is required so that treatment goals can be achieved. Medication adherence rates in people with lupus have been reported from various studies to be 31.7-45.9%. Non-adherence to treatment for SLE causes an increase in visits to the emergency department and also hospitalization. There are two kinds of factors that influence medication adherence, intentional non-adherence and non-intentional non-adherence. Efforts are needed to improve and increase medication adherence by considering these both factors.