Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Activity Based Costing Dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Mousse Cake Pada Toko Kue IST Patisserie Medan Alhabsy, Natasha
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 2 No. 3 (2022): Mei
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v2i3.494

Abstract

The activity based costing approach is a straightforward method of computation that bases the price of a good or service on the idea that the activity itself generates the cost rather than the product or service that uses it. The goal of this study was to compare the cost of production utilizing the Activity Based Costing method with the method currently employed by Toko Kue IST Patisserie Medan. The analysis approach that is being employed is descriptive quantitative. The results showed that the determination of cost of good manufactured (HPP) using ABC gives more accurate results than the usual techniques in Pastry Shop IST Patisserie Medan. Mousse Cake Chocolate and Mousse Cake mousse Cake Coffee products experience overcosting or excess cost of Rp. 8.954, while Mango Mousse Cake overcosting Rp. 35.143.
ANALISIS PERPUTARAN MODAL KERJA DALAM MENINGKATKAN LABA BERSIH PADA PT MARK DYNAMICS INDONESIA Alhabsy, Natasha
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) : Desember-Febuari
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i02.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perputaran modal kerja dalam meningkatkan laba bersih pada PT Mark Dynamics Indonesia selama periode 2020–2023. Modal kerja, yang terdiri atas aset lancar dan kewajiban lancar, menjadi komponen penting dalam mendukung efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal kerja bersih mengalami peningkatan dari Rp 112,9 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 343,7 miliar pada tahun 2023. Namun, efisiensi perputaran modal kerja cenderung menurun, dengan rasio perputaran modal kerja turun dari 5,008 kali pada tahun 2020 menjadi 1,627 kali pada tahun 2023, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 6 kali. Fluktuasi laba bersih juga diamati, di mana laba mencapai puncaknya sebesar Rp 392,1 miliar pada tahun 2021 tetapi menurun pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing menjadi Rp 243,1 miliar dan Rp 156,0 miliar. Peningkatan modal kerja bersih tidak disertai efisiensi optimal dalam perputarannya, sehingga diperlukan strategi untuk memaksimalkan pemanfaatan modal kerja guna mendukung peningkatan laba bersih secara berkelanjutan.