Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hak Pasien Dan Pencegahan Terjadinya Tindakan Malpraktik Andreas Lubis; Nove Rokasih Tambunan; Junifer Dame Panjaitan
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 5 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v5i2.2653

Abstract

Jumlah kasus malpraktik di Indonesia menunjukkan bahwa layanan kesehatan khususnya layanan operasi, masih sangat memprihatinkan dan merupakan catatan buruk bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuka wawasan masyarakat, khususnya para pasien yang ingin melakukan tindakan operasi agar agar terhindar dari tindakan malpraktik. Banyak kasus malpraktik yang dilaporkan oleh masyarakat terhadap profesi kedokteran karena kehilangan sumber daya materil serta immaterial mereka. Dengan demikian, kedudukan pasien yang semula hanya bergantung pada dokter untuk menentukan pengobatan kini berubah menjadi sederajat dengan dokter. Maka dari itu dokter tidak boleh mengabaikan pendapat dan pertimbangan pasien saat memilih pengobatan.Karena pasien memiliki hak-hak penting. Hak-hak ini termasuk hak untuk mendapatkan perawatan berkualitas tinggi, hak atas privasi dan kerahasiaan, hak untuk memutuskan, dan hak untuk mengajukan keluhan atau meminta ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan. Prosedur operasi standar (SOP) dan hak-hak pasien sangat penting untuk mencegah malapraktik. Hak-hak pasien memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang baik dan memiliki cara untuk meminta bantuan jika terjadi bahaya, sementara SOP memberikan pedoman bagi penyedia layanan kesehatan untuk diikuti, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan kelalaian.
Profil Kebugaran Jasmani Peserta Didik Sekolah Menegah Atas Negeri 2 Bengkalis Nurhidayah; Andreas Lubis; Muhammad Fadli; Roziah; Muhamad Aris.M; Syafrizal; Dedi Ahmadi
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebugaran jasmani adalah kondisi fisik yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari secara efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti, serta masih memiliki energi cadangan untuk kegiatan berikutnya. Kebugaran jasmani mencakup berbagai komponen diantaranya daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, fleksibilitas, kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan. Kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam perkembangan fisik, mental, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kebugaran jasmani siswa dan siswi SMAN 2 Bengkalis. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yang melibatkan 35 siswa dan 34 siswi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan pendekatan tes dan pengukuran melalui Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), observasi, dan dokumentasi. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan mayoriritas siswa dan siswi memiliki kebugaran jasmani pada kategori sedang, sebanyak 28 peserta didik (40,58%), kategori baik berjumlah 15 peserta didik (21,74%), dan kategori kurang sebanyak 26 peserta didik (37,68%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebugaran jasmani yang sedang atau cukup, sehingga masih sangat diperlukan upaya peningkatan kebugaran jasmani peserta didik yang belum mencapai kategori optimal. Peningkatan kebugaran jasmani peserta didik dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas jasmani pada tiga waktu utama, yaitu sebelum berangkat sekolah, selama berada di sekolah, dan setelah pulang sekolah.