Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu menjadi Briket Anita Qur’ania; Muhammad Raafi; Pipit A. Rinaldi; Adam K. Alfredo; Ulfa Muawiyah; Nabilla Putri; Alfiah; Imelda A. A. Sari; Laela E. Sahri; Galang Y. Firmansyah; Ismail; Soraya N. Syifa
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sukolilo Kabupaten Malang dikenal sebagai sentra industri gula merah dengan bahan utama tebu. Tebu yang digunakan biasanya hanya berupa air perasannya saja sehingga menyisakan sisa berupa kulit tebu yang biasanya hanya dibakar untuk membersihkannya. Hal ini menyebabkan banyaknya limbah ampas tebu yang tidak termanfaatkan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memanfaatkan ampas kulit tebu menjadi bahan yang memiliki nilai guna yakni dengan membuat briket dari bahan utama ampas kulit tebu.
Pengelolaan Konflik, Pembiayaan, Kurikulum Sebagai Upaya Meningkatkan Manajemen Madrasah Muhammad Raafi; Sri Anita; Suzan Kurniawan; Dedy Saputra Waruwu
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.4028

Abstract

Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam dihadapkan pada dinamika internal dan eksternal yang menuntut penguatan manajemen secara menyeluruh, terutama dalam aspek pengelolaan konflik, pembiayaan, dan kurikulum yang sering menjadi titik krusial mutu kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana sinergi pengelolaan konflik, manajemen pembiayaan, dan manajemen kurikulum dapat menjadi strategi peningkatan manajemen madrasah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan dengan tema pengelolaan konflik, pembiayaan pendidikan, dan kurikulum madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan konflik yang efektif menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, manajemen pembiayaan yang transparan dan akuntabel menjamin keberlangsungan program pendidikan, serta kurikulum yang terencana dan adaptif memastikan tercapainya kompetensi peserta didik secara seimbang antara ilmu agama dan umum. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi ketiga aspek tersebut menjadi fondasi strategis dalam membangun madrasah yang bermutu, berdaya saing, dan berkelanjutan
Mechanisms of Vertical Mixing Over the Shelf Region in the Southwestern Arafura Sea Muhammad Raafi; Yuli Naulita; I Wayan Nurjaya; Rastina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.18.1.70438

Abstract

Vertical mixing regulates nutrient supply and productivity in surface layer, yet the controlling mechanisms remain unclear. Over shelf regions such as the southwestern Arafura Sea, steep topography and strong semidiurnal tides suggest that internal tide topography interactions may enhance turbulence. Unfortunately, observational links among stratification, topographically driven mixing processes, and internal tides remain limited in this region. This study investigates the dominant mechanisms controlling vertical mixing over the shelf region using hydrographic profiles, indirect turbulent measurements, and internal-tide diagnostics. We examined the stability, water masses, and turbulent kinetic energy dissipation rate (ε) and vertical eddy diffusivity (Kρ) from Thorpe-scale overturns. Internal-tide influence was assessed through M2 ray path modeling and by sampling the M2 tidal envelope at CTD cast times. Results show that the 50-200 m thermocline forms a barrier that suppresses mixing offshore and on the shelf, where Kρ generally remains below 10⁻⁴ m² s⁻¹. Along the slope, weaker stratification at 600-1,000 m supports large overturns and elevated ε (10⁻⁷-10⁻⁸ W kg⁻¹). Ri# indicates weak background shear, while Tu identifies salt-finger–favorable conditions contributing to mid-depth mixing. The spatial alignment between elevated ε and the shifted M2 envelope, consistent with M2 ray path geometry, suggests that internal tides reflected from locally supercritical topography enhance turbulence at the slope. These findings highlight the slope as a focused mixing hotspot. Future work should use moored velocity and high-resolution models to better resolve internal-tide energy pathways and their biogeochemical impacts.