Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman siswa sekolah menengah dalam menghadapi perundungan, dengan fokus pada berbagai bentuk perundungan verbal, sosial, fisik, dan siber serta dampak emosional, psikologis, dan akademisnya. Penelitian ini meneliti bagaimana siswa menanggapi perundungan, termasuk mencari bantuan dari orang dewasa, mengandalkan dukungan teman sebaya, penghindaran, dan pembalasan. Penelitian ini juga menyelidiki implikasi bagi sekolah, dengan menekankan perlunya kebijakan anti-perundungan yang komprehensif, iklim sekolah yang positif, dan sistem pendukung yang efektif bagi korban dan pelaku. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perundungan memiliki dampak yang mendalam dan bertahan lama pada siswa, yang menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, penurunan akademis, dan isolasi sosial. Penelitian ini menyoroti peran penting sekolah dalam mengatasi perundungan melalui tindakan proaktif dan keterlibatan masyarakat, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung yang menumbuhkan kesejahteraan siswa dan keberhasilan akademis.