Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MEMBANGUN KEPEMIMPINAN MELAYANI (SERVANT) BAGI PENGAWAS SEKOLAH GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Nasution, Nora
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v3i1.237

Abstract

Abstrak: Mewujudkan kualitas pendidikan pengawas sebagai pemimpin di sekolah harus dapat menerapkan kepemimpinannya dengan efektif, salah satunya adalah dapat menggerakkan bawahan (kepala sekolah, tenagakependidikan, dan siswa) guna menerapkan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Pada penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan, pelaksanaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk kepemimpinan yang melayani, adalah: a) kepala yang melayani, b) tanganyang melayani, c) hati yang melayani. 2) Karakteristik kepemimpinan melayani antara lain: melayani, menyembuhkan, mendengarkan, kesadaran diri, empati, membangun kekuatan persuasif dan mempunyai konseptualisasi. Kata Kunci: Kepemimpinan Melayani, Pengawas, Kualitas Pendidikan Abstract: Realizing the quality of educational supervisors as leaders in schools must be able to apply their leadership effectively, one of which is being able to mobilize subordinates (principals, education staff, and students) to carry out their main tasks and functions in accordance with predetermined competency standards. This research used a qualitative approach. The research method used in this research is field research. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. To determine the validity of the data required inspection techniques, implementation. The implementation of inspection techniques is based on a number of certain criteria. There are four criteria used, namely the degree of trust (credibility), transferability (transferability), dependability (dependability), and certainty). The results of the study show that: 1) Serving leadership forms are: a) serving heads, b) serving hands, c) serving hearts. 2) The characteristics of servant leadership include: serving, healing, listening, self-awareness, empathy, building persuasive power and having conceptualization. Keywords: Servant Leadership, Supervision, Quality of Education
JURNAL MEMBACA GURU DAN SISWA, PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN SUDUT BACA KELAS, EVALUASI BERKELANJUTAN, PROGRAM LITERASI SEKOLAH, SUPERVISI PELAKSANAAN LITERASI, DAN PENGEMBANGAN MEDIA LITERASI Nasution, Nora
Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode VOLUME 01 NO 02 OKTOBER 2024
Publisher : Pustaka Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0905.vol1iss2no10pp84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran berbasis masalah dalam mengembangkan kemampuan analitis siswa pada pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Kemampuan analitis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa untuk memahami fenomena sosial secara kritis, namun pembelajaran IPS sering kali masih berorientasi pada pendekatan konvensional yang menghambat pengembangan keterampilan ini. Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran berbasis masalah dipandang sebagai solusi potensial karena pendekatan ini mengutamakan partisipasi aktif siswa dalam memecahkan masalah kontekstual, sehingga diharapkan dapat mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen di beberapa sekolah dasar yang telah menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan analitis siswa. Siswa yang terlibat aktif dalam proses pembelajaran berbasis masalah cenderung menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami isi materi, menghubungkan konsep-konsep IPS, serta menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan.Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan dalam penerapan metode pembelajaran berbasis masalah, seperti kurangnya ketersediaan sumber belajar yang memadai, keterbatasan kompetensi guru dalam menerapkan metode ini secara efektif, dan rendahnya dukungan sarana pembelajaran. Faktor-faktor ini menjadi penghambat dalam optimalisasi pelaksanaan metode pembelajaran berbasis masalah di kelas. Untuk mengatasi hambatan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru, penyediaan sumber belajar yang relevan, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran inovatif dalam pembelajaran IPS, khususnya di tingkat sekolah dasar. Dengan memperkuat penerapan metode pembelajaran berbasis masalah, diharapkan kemampuan analitis siswa dapat terus meningkat, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sosial di masa depan.