Semen Baturaja (Persero) Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur. Pada saat proses pengiriman bahan baku Pasir besi yang bersal dari luar daerah Palembang seperti daerah luar kota yaitu di Lombok dan hal tersebut yang mendorong harus menggunakan jasa angkutan barang menggunakan kapal tongkang untuk mengirim barang ke Baturaja pada saat pembelian barang menggunakan metode pembayaran CFR(Cost and Freight) . bahan baku tersebut akan sebagaian di masukan ke dalam penyimpanan di pelabuhan panjang dan sisanya akan masuk ke dalam lantai produksi langsung. Di dapatkan permasalahan yang terjadi pada saat pengiriman bahan baku Pasir besi menggunakan kapal tongkang, terdapat kendala salah satumya pihak penyuplai atau sebagai vendor tidak memiliki alat transportasi untuk mengirim bahan baku pasir besi situasi tersebut yang mendorong untuk mendapatkan alat trasportasi kapal tongkang menjadi tidak menentu, sedangkan pada persediaan sudah di hitung safety stock, persediaan minimum, persediaan maksimum. Jika kapal tongkang tidak pasti di dapatkan maka akan mengalami keterlambatan dan akan berpengaruh kepada safety stok,persediaan minimum dan pada persediaan maksimum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian MinMax, yang terdiri dari analisa persediaan bahan baku dan analisis Min Max. Berdasarkan hasil perhitungan persedian menggunakan metode mixmax di dapatkan bahwa untuk lead time 14 hari tidak mengalami kekurangan pada sektor safety stok,persedian maksimum,persedian minimum serta tingkat pemesanan kembali sedangkan jika keadaan lead time di dapatkan 20 hari maka ada kekurangan pada sektor safety stock, persedian maksimum,persedian minimum serta tingkat pemesanan kembali yang di dapatkan dari hasil perhitungan metode minmax