Abstract. Students who are working on their thesis often find it difficult and experience pressure. Preparing a thesis is often a source of stress, plus the situation of being away from family means that students who are working on their thesis require more adjustment. Low resilience can lead to suboptimal thesis work because students are more pessimistic about their abilities. The aim of this research was to determine the effect of academic stress on resilience in overseas students who were working on their thesis at Bandung Islamic University. The method in this research is non-experimental causality. This research was taken using an online survey data method and collected 191 overseas students who contracted a thesis at Bandung Islamic University. The data collection technique used convenience sampling and was distributed to students who were contracting their thesis at Bandung Islamic University. The measuring instruments used are SLSI (Student-Life Stress Inventory) belonging to Bernadette M. Gadzella (1991) which was adapted by Pragholapati et al., (2021) and CD-RISC (Connor-Davidson Resilience Scale) which has been adapted by Wahyudi et al. ., (2020). This research uses multiple linear regression analysis techniques. The results obtained in this research are that there is an influence between academic stress on resilience in the group of students who have migrated and who have not migrated who are working on their thesis at Bandung Islamic University. Apart from that, there is a significant negative influence between academic stress and resilience which has a contribution value of 55.5% for overseas students with a significant value of 0.00 < 0.05. This means that this research means that the higher the academic stress, the lower the resilience Abstrak. Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi sering merasa kesulitan dan mengalami tekanan. Penyusunan skripsi sering menjadi sumber stressor, ditambah keadaan merantau yang jauh dari keluarga, membuat mahasiswa merantau yang sedang mengerjakan skripsi membutuhkan penyesuaian yang lebih. Rendahnya resiliensi dapat menimbulkan tidak optimalnya pengerjaan skripsi karena mahasiswa lebih pesimis terhadap kemampuannya. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres akademik terhadap resiliensi pada mahasiswa merantau yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Islam Bandung. Metode pada penelitian ini yaitu kausalitas non eksperimen. Penelitian ini diambil melalui metode data survei daring dan terkumpul sebanyak 191 mahasiswa merantau yang mengontrak skripsi di Universitas Islam Bandung. Teknik pengambilan data menggunakan convenience sampling dan dibagikan kepada mahasiswa yang sedang mengontrak skripsi di Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah SLSI (Student-Life Stress Inventory) milik Bernadette M. Gadzella (1991) yang diadaptasi oleh Pragholapati et al., (2021) dan CD-RISC (Connor-Davidson Resilience Scale) yang sudah diadaptasi oleh Wahyudi et al., (2020). Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara stres akademik terhadap resiliensi pada kelompok mahasiswa merantau dan tidak merantau yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Islam Bandung. Selain itu terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara stres akademik dengan resiliensi yang memiliki nilai kontribusi sebesar 55.5% pada mahasiswa merantau dengan nilai signifikan 0.00 < 0.05. Artinya penelitian ini memiliki arti bahwa semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah resiliensi.