Gailea, Syaina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar IPA Pada Siswa Kelas IX di MTsN 1 Kepulauan Sula. Gailea, Syaina
JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan JUANGA Vol 9. No.01 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Babussalam Sula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas IX di MTsN 1 Kepulauan Sula. Menggunakan pendekatan mixed method, penelitian ini melibatkan 75 siswa untuk data kuantitatif dan 20 siswa serta 5 guru untuk data kualitatif. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa minat, persepsi diri, relevansi materi, dan kualitas pengajaran berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar IPA, dengan model regresi berganda menjelaskan 62% variabilitas motivasi. Temuan kualitatif menyoroti pentingnya relevansi materi, metode pengajaran yang interaktif, dukungan keluarga, dan fasilitas belajar dalam meningkatkan motivasi siswa. Keterbatasan fasilitas laboratorium dan persepsi kesulitan IPA masih menjadi tantangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pembelajaran IPA yang lebih efektif, serta kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa di daerah terpencil
Evaluasi Dan Optimalisasi Penggunaan Laboratorium Ipa Di Mtsn 1 Kepulauan Sula Gailea, Syaina
JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan JUANGA, Vol.09 No. 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Babussalam Sula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan laboratorium IPA di MTsN 1 Kepulauan Sula dan mengusulkan strategi optimalisasi yang sesuai dengan konteks lokal. Menggunakan pendekatan mixed-method, studi ini mengumpulkan data melalui survei, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa laboratorium digunakan rata-rata 2,3 jam per minggu per kelas, jauh di bawah standar ideal. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan tantangan logistik. Meskipun 75% siswa menunjukkan preferensi terhadap pembelajaran berbasis laboratorium, hanya 40% guru merasa percaya diri dalam mengelola kegiatan praktikum. Analisis data menunjukkan korelasi positif antara frekuensi penggunaan laboratorium dengan hasil belajar siswa. Integrasi teknologi dan pertimbangan keberlanjutan dalam kegiatan laboratorium masih minimal. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi strategis meliputi pengembangan profesional guru, integrasi kurikulum, optimalisasi sumber daya, adopsi teknologi, pendekatan keberlanjutan, kolaborasi regional, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Implementasi rekomendasi ini berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan IPA di MTsN 1 Kepulauan Sula dan dapat menjadi referensi bagi sekolah di wilayah terpencil Indonesia dengan tantangan serupa.