Penelitian ini mengkaji peran Hubungan Masyarakat (Humas) dalam mendukung implementasi program pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kepulauan Sula, sebuah lembaga pendidikan Islam di daerah terpencil Maluku Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipan, analisis dokumen, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas memainkan peran strategis sebagai fasilitator komunikasi, pembentuk citra positif, dan pengelola isu. Strategi Humas yang efektif meliputi pendekatan kultural, pemanfaatan media tradisional dan modern, serta pemberdayaan tokoh masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi media, Humas berhasil memanfaatkan peluang berupa kuatnya ikatan sosial dan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan. Dampak positif dari peran Humas terlihat pada peningkatan partisipasi masyarakat, dukungan pemangku kepentingan, dan citra madrasah. Inovasi seperti program "Satu Guru Satu Desa" dan pemanfaatan acara adat menunjukkan adaptabilitas Humas dalam konteks daerah terpencil. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran Humas di lembaga pendidikan Islam di daerah terpencil dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi Humas di konteks serupa.