PG Candi Baru Sidoarjo merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi gula terkemuka di Indonesia. Kehadirannya dalam industri gula nasional memiliki dampak penting terhadap perekonomian daerah serta ketersediaan gula sebagai bahan pokok masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pabrik ini mengalami penurunan produksi di saat permintaan yang terus meningkat. Kurangnya bahan baku, terjadinya penumpukan tenaga kerja pada beberapa stasiun kerja, waktu kerja mesin dan penggunaan energi listrik yang menurun karena kurangnya bahan baku merupakan faktor yang mempengaruhi penurunan produksi. Dalam mengatasi permasalahan ini, peneliti melakukan analisis produktivitas pada PG Candi Baru Sidoarjo dengan fokus pada beberapa kriteria-kriteria yang memengaruhi kinerja produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah Objective Matrix (OMAX). Di pabrik, pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan kriteria yang sesuai untuk setiap bagian organisasi untuk memantau produktivitas bagian tersebut. Ini menghasilkan empat kriteria untuk mengukur produktivitas perusahaan: produktivitas dari bahan baku, produktivitas tenaga kerja, produktivitas dari waktu kerja mesin, dan produktivitas dari energi listrik. Untuk hasil yang didapatkan produktivitas parsial pada setiap kriteria adalah produktivitas bahan baku dengan nilai 7, produktivitas tenaga kerja dengan 10, produktivitas waktu kerja mesin pada stasiun gilingan dengan nilai 8 dan produktivitas energi listrik pada stasiun gilingan dengan nilai 9. Sedangkan hasil produktivitas total pada tahun 2021 sebesar 14,216 dan pada tahun sebesar 14,114. Oleh karena itu, PG Candi Baru perlu meningkatkan jumlah bahan baku, menyesuaikan tenaga kerja di setiap stasiun, menerapkan rencana penjadwalan di setiap stasiun untuk mencegah waktu henti yang mengganggu proses produksi, dan mengawasi berapa banyak energi listrik yang digunakan membuatnya bekerja lebih baik.