One of the areas in the city of Surabaya which is recorded as the area with the largest population is Sidotopo Wetan Subdistrict, thus providing a large opportunity for various cases to occur, especially stunting. Through the Department of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning (DP3APPKB), the Mayor of Surabaya is promoting the Bride and Groom Class (Catin) program as a convergence action to reduce the prevalence of stunting. This research aims to determine the suitability of implementing the Catin Class as a form of reducing stunting rates in Sidotopo Wetan Village. The type of research used in this research is qualitative research with a descriptive approach. This research uses primary data through observation and interviews with Catin Class officers at Balai RW and Sidotopo Wetan Village, Great Surabaya Cadres at Sidotopo Wetan Village, and residents who carry out Catin Classes at the Family Learning Center (PUSPAGA) Hall RW in Sidotopo Wetan Village as well as data secondary obtained from library research and document study. The research results show that the implementation of the Catin Class program, which is a prevention effort, has not been effectively implemented as a form of reducing stunting rates in Sidotopo Wetan Village, but rather through various other eradication efforts.Salah satu kawasan di Kota Surabaya yang tercatat sebagai kawasan dengan jumlah penduduk terbanyak ialah Kelurahan Sidotopo Wetan sehingga memberi peluang yang besar terjadinya berbagai kasus, terutama stunting. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Walikota Surabaya menggalakkan program Kelas Calon Pengantin (Catin) sebagai aksi konvergensi penurunan prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian implementasi Kelas Catin sebagai wujud penurunan angka stunting di Kelurahan Sidotopo Wetan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kegiatan observasi dan wawancara kepada petugas Kelas Catin di Balai RW dan Kelurahan Sidotopo Wetan, Kader Surabaya Hebat Kelurahan Sidotopo Wetan, dan warga yang melaksanakan Kelas Catin pada Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Balai RW di Kelurahan Sidotopo Wetan serta data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Kelas Catin yang menjadi upaya pencegahan belum efektif dilaksanakan sebagai wujud penurunan angka stunting di Kelurahan Sidotopo Wetan, melainkan melalui berbagai upaya pemberantasan lainnya.