Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat percaya diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris yang ditandai dengan keengganan untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar dikelas atau pasifnya partisipasi siswa. Teknik think pair share dipilih untuk mengatasi rendahnya tingkat percaya diri siswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Pada siklus I, siswa belum mencapai standar yang diinginkan dalam hal keterlibatan untuk aktif dalam mendengarkan (65,6%), keberanian untuk bertanya (50%), keberanian menyatakan pendapat (40,62%), aktif menjawab pertanyaan (53,12%), mampu mengambil keputusan dalam berdiskusi berpasangan (51%), aktif berkomunikasi secara berpasangan (54,3%) dan berani tampil dalam mempresentasikan hasil diskusi (34,37%) sedangkan di siklus ke II, siswa sudah mencapai standar yang diinginkan dalam keterlibatan untuk aktif dalam mendengarkan (84,3%), berani bertanya (75%), siswa yang berani menyatakan pendapat (71,8%), siswa yang aktif menjawab pertanyaan (78,1%), mampu mengambil keputusan dalam berdiskusi berpasangan (75%), siswa yang aktif berkomunikasi secara berpasangan (75%) dan berani tampil dalam mempresentasikan hasil diskusi (81,2%). Adapun persentase kuesioner siklus I yaitu 53,66% dan siklus ke II yaitu 79,46% sehingga mengalami kenaikan sebesar 25,8%. Berdasarkan hasil kenaikan keaktifan siswa dan hasil kuesioner siswa maka dapat disimpulkan bahwa teknik think pair share dapat meningkatkan percaya diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris.