Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Produksi Cabai Merah Di Kampung Binjai Agung Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah Sutarni , Sutarni
Journal of Food System & Agribusiness Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the risks faced in red chili farming is a decrease in production. To minimize this loss, a risk management strategy for red chili farming production is needed. This study aims to measure and calculate the risk level of red chili farming production, and analyze the causes of red chili farming production risk in Kampung Binjau Agung, Bekri District. Measurement of red chili farming risk was analyzed using opportunity measurement, expected return, analysis of variance, standard deviation, and coefficient of variation and identification of types and sources of risk were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the coefficient of variation (CV) was 0.5716 in 2018 and the coefficient of variation (CV) in 2019 was 0.931. The coefficient of variation (CV) is more than 0.5, which is close to 1, meaning that the risk of red chili production faced by farmers in Kampung Binjai Agung, Bekri District, is very high. Factors that cause a high risk of red chili production are pests and diseases, use of fertilizers and soil fertility, use of seeds, and climate and weather. Pests that often attack red chili plants in Binjai Agung Village are triphs and caterpillars, while diseases that often attack red chili plants in Binjai Agung Village are fusarium wilt and anthracnose (kerepek). To minimize the risk of red chili production, it is necessary to carry out integrated pest and disease control, optimal use of organic, biological and inorganic fertilizers, so that red chili production can increase.
Strategi Pemasaran Beras Premium Di Kecamatan Seputih Raman (Studi Kasus Pada PP Gapsera Sejahtera Mandiri) Muhammad Firli, Wahyu; Sutarni , Sutarni; Andarwangi , Tunjung; Budi Trisnanto , Teguh
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4627

Abstract

Kabupaten Lampung Tengah merupakan produsen terbesar beras di Provinsi Lampung dengan memberikan kontribusi sebesar 22 persen. Beras premium merupakan salah satu jenis beras yang menjadi bahan pangan yang dipasarkan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran beras premium dan menganalisis strategi yang dapat diterapkan oleh PP Gapsera Sejahtera Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel yang ditentukan secara purposive sampling.  Peneliti menentukan sampel sebanyak 10 responden dengan kuesioner penilaian menggunakan skala linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strengths (Kekuatan): Beras berstandar, brand dikenal di wilayah Seputih Raman, distribusi efisien, tim memahami pasar lokal, pengemasan berkualitas. Weaknesses (Kelemahan): Modal terbatas untuk pemasaran, produksi belum maksimal, kurangnya promosi, ketergantungan bahan baku, manajemen kurang terintegrasi. Faktor eksternal yaitu Opportunities (Peluang): Meningkatnya kesadaran konsumen, potensi pasar besar, dukungan pemerintah, kemajuan teknologi, gaya hidup sehat. Threats (Ancaman): Persaingan merek lain, fluktuasi harga, perubahan regulasi standar pangan, risiko gangguan distribusi akibat cuaca, perubahan preferensi konsumen. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan PP Gapsera yaitu S-O: meningkatkan kerjasama dengan petani agar mendapatkan bahan baku yang menghasilkan produk memenuhi standar. Strategi W-O: menambah kerjasama dengan reseller untuk menambah distributor supaya penerimaan meningkat. Strategi S-T: melakukan branding produk berkualitas, proses produksi dengan mesin berkualitas, dan kemasan yang sesuai standar untuk menghadapi persaingan produk. Strategi W-T: melakukan promosi, menambah distributor dan memberikan jaminan garansi produk untuk menghadapi persaingan produk agar konsumen lebih tertarik PP Gapsera berada pada kuadran I (aggressive strategic) yang artinya usaha masih dalam proses berkembang, dengan kekuatan internal yang dimiliki PP Gapsera dapat memanfaatkan peluang eksternal yang ada untuk memaksimalkan usaha.