Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengubah Perspektif Masyarakat Luar Terhadap Masyarakat Kampung Bugis Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau Hilmalia Sesy Riauroikha; Gebby Cantika Putri; Gan Godsend
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i2.199

Abstract

Penelitian ini bermula dari perspektif masyarakat luar sekitar Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, atau stereotip negatif masyarakat termaksud akan kurangnya literasi dalam menerima, mendengar, serta membagikan informasi yang diperoleh sehingga memberikan dampak buruk terhadap Kampung Bugis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang Kampung Bugis sebagai upaya mengubah perspektif buruk masyarakat luar agar tidak terus mengakar dan menimbulkan gesekan antar kelompok hingga memicu pencemaran nama baik yang membuat perpecahan antar masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah 17 warga Kampung Bugis di antaranya 1 ketua RW dan 16 warga biasa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara interaktif kepada para responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab nama Kampung Bugis menjadi buruk di mata masyarakat luar adalah kerapnya peristiwa kriminalitas yang sering kali terjadi di Kampung Bugis, seperti pencurian barang. Namun, oknum warga Kampung Bugis yang menjadi pelaku hanya segelintir orang dan telah mendapatkan sanksi setimpal dari pihak yang berwenang, sehingga sanksi sosial dari luar yang ditimpakan melalui stereotip negatif kepada masyarakat Kampung Bugis tidak adil dan memicu terjadinya pencemaran nama baik suatu kelompok. Untuk itu diperlukan upaya untuk dapat mengembalikan citra baik Kampung Bugis dengan cara menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa tindak kejahatan akan merugikan banyak pihak, perketat sanksi agar para pelaku kejahatan jera, mampu berpikir terbuka, dan tidak menghakimi.
Analisis Hukuman Mati dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi ditinjau dari Prespektif Hak Asasi Manusia Erick Suprianto Nahusona; Vincent Anderson Simanjuntak; Gan Godsend
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v2i1.483

Abstract

Thel delath pelnalty has beleln a folrm olf punishmelnt sincel ancielnt timels and has belcolmel an intelnsel colnvelrsatioln amolng elxpelrts belcausel olf thel colntradictolry valuels helld by its suppolrtelrs and olppolnelnts. This study appliels a nolrmativel lelgal relselarch approlach tol asselss thel implelmelntatioln olf thel delath pelnalty in colrruptioln casels frolm thel pelrspelctivel olf human rights proltelctioln. In this study, thel data analysis melthold useld was qualitativel data analysis with a delscriptivel approlach. Thel usel olf thel delath pelnalty as a sanctioln folr colrruptioln is thel molst elxtrelmel folrm olf punishmelnt folr pelrpeltratolrs olf such crimels, belcausel it invollvels taking livels as a relsult olf thelir actiolns. Thel applicatioln olf thel delath pelnalty is colnsidelreld tol viollatel human rights, as stateld in articlels 28A and 28I olf thel 1945 Colnstitutioln, Articlel 4 and Articlel 9 olf Law Nol. 39 olf 1999, and articlel 3 olf thel UDHR. Thel implelmelntatioln olf thel delath pelnalty in colrruptioln casels sparkeld delbatel frolm a human rights pelrspelctivel. Solmel arguel that such melasurels arel colntrary tol human rights, particularly thel right tol lifel.