Priyono, Rokhmad
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UM Library Literacy Class (Kelasium): Challenges And Hopes Novianto, Achmad Qorni; Wibowo, R. Sapto; Safii, Mohammad; Priyono, Rokhmad; Kosasih, A.A.
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 14 No. 1 (2024): JANUARI - JUNI 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpua.v14i1.2024.15-23

Abstract

Background: The UM Library performs its functions and roles as a learning resource center and scientific information reference center for UM academic members. In the current era of information flooding, it is necessary to foster information literacy for academics as a provision for them to carry out various academic activities and lifelong learning processes. Methods: This research uses a library research approach. Data analysis was carried out using descriptive analysis techniques and content analysis. Purpose: This condition prompted the UM Library to develop the KelasiUM (UM Library Literacy Class) with the aim of (1) increasing the information literacy competence of academics, and (2) optimizing the role and function of the UM Library as a means of supporting academic activities. ClassiUM was developed based on five information literacy standards based on ACRL and the use of The Big6 literacy model. Findings: The UM Library has carried out several student literacy development activities, including (1) library orientation during PKKMB, (2) direct (face-to-face) literacy development, and (3) online literacy development through social media. However, these activities are not optimal because many academicians still do not know about various sources of information both in the library and outside the library. Conclusion: With the implementation of the KelasiUM program, it is hoped that the information literacy competence of UM academics can be improved by presenting kelasiUM material, which will lead to increased academic achievement.  Keywords: Information Literacy, KelasiUM ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KELAS LITERASI UPT PERPUSTAKAAN UM (KELASIUM): TANTANGAN DAN HARAPAN Latar Belakang: UPT Perpustakaan UM menjalankan fungsi dan peranan sebagai pusat sumber belajar dan pusat rujukan informasi ilmiah bagi anggota akademika UM. Di era banjir informasi saat ini, diperlukan pembinaan literasi informasi bagi sivitas akademika sebagai bekal mereka melaksanakan berbagai kegiatan akademik dan proses belajar sepanjang hayat. UPT Perpustakaan UM telah melaksanakan beberapa kegiatan pembinaan literasi mahasiswa, diantaranya (1) orientasi perpustakaan pada saat PKKMB, (2) pembinaan literasi secara langsung (tatap muka), dan (3) pembinaan literasi secara daring melalui media sosial. Namun, kegiatan-kegiatan tersebut belum optimal karena masih banyak sivitas akademika yang belum mengetahui berbagai sumber informasi baik yang ada di perpustakaan maupun diluar perpustakaan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis konten (content analysis) Tujuan: Mengembangkan program KelasiUM (Kelas Literasi Perpustakaan UM) dengan tujuan untuk (1) meningkatan kompetensi literasi informasi sivitas akademika, dan (2) mengoptimalkan peran dan fungsi UPT Perpustakaan UM sebagai sarana penunjang kegiatan akademik. Temuan: KelasiUM dikembangkan dengan berlandaskan kepada lima standar literasi informasi berdasarkan ACRL dan penggunaan model literasi The Big6. Kesimpulan: Dengan terselenggaranya program KelasiUM, diharapkan kompetensi literasi informasi sivitas akademika UM dapat ditingkatkan melalui sajian materi KelasiUM, yang berujung pada peningkatan prestasi akademis.   Kata Kunci: Literasi Informasi, KelasiUM
Kompetensi Digital Pustakawan: Tuntutan ataukah Pilihan ? Priyono, Rokhmad
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 4, No 2 (2023): LIBTECH : LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v4i2.22440

Abstract

Abstract Information needs in the digital era are increasingly demanding information service providers to be able to more quickly and accurately present the information needed by their users. Likewise with librarians who are information managers and are tasked with serving it to users, of course they are also required to have high competence in carrying out their duties. However, can this demand be met by all librarians? Then what are the competencies required by librarians to answer these challenges. This is the background of the author to be interested in studying the topic. As for writing this article, the aim is to gain knowledge about what competencies are demanded and must be possessed by librarians in the digital information era. While the writing method in this article is to use qualitative methods through literature or literature studies. There are several competencies that ideally can be fulfilled by librarians so that in this digital information era they are able to continue to provide quality services and according to the needs of users. Both professional competence and personal competence. While the benefits that can be obtained from the results of writing this article are to provide an overview of librarians so that in this digital era they can continue to update their expertise and resources so that they are not abandoned by their users. So it can be concluded that digital competence must be fulfilled by librarians in order to provide excellent service to users who need information in digital form quickly and accurately.Keywords: Librarian competency; Digital competency; Digital information era Abstrak Kebutuhan informasi di era digital semakin menuntut penyedia layanan informasi untuk dapat lebih cepat dan akurat dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Demikian juga dengan pustakawan yang merupakan pengelola informasi dan bertugas melayankannya kepada pemustaka, tentu tidak luput juga dari tuntutan untuk memiliki kompetensi yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya tersebut. Namun apakah tuntutan ini sudah dapat dipenuhi oleh semua pustakawan? Kemudian apa saja kompetensi yang diperlukan oleh pustakawan demi menjawab tantangan tersebut. Inilah yang melatarbelakangi penulis untuk tertarik mengkaji topik tersebut. Adapun penulisan artikel ini mempunyai tujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang kompetensi apa saja yang menjadi tuntutan dan harus dimiliki pustakawan didalam era informasi digital. Sedangkan metode penulisan pada artikel ini adalah dengan menggunakan metode  kualitatif  melalui  studi literatur atau kepustakaan. Terdapat beberapa kompetensi yang idealnya dapat dipenuhi oleh pustakawan agar pada era informasi digital ini mampu terus memberikan pelayanan secara berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Baik itu kompetensi profesi maupun kompetensi personal. Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penulisan artikel ini adalah memberikan gambaran terhadap pustakawan sehingga pada era digital ini dapat terus meng-update keahlian dan sumber daya yang dimiliki agar tidak ditinggalkan oleh penggunanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kompetensi digital wajib dipenuhi oleh pustakawan demi mewujudkan pelayanan yang prima kepada pemustaka yang membutuhkan informasi dalam bentuk digital secara cepat dan akurat. Kata kunci: Kompetensi pustakawan; Kompetensi digital; Era informasi digital
Innovative Strategies of College Library Services in the Era of Education 4.0 = Strategi Inovatif Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Era Pendidikan 4.0 Priyono, Rokhmad
Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jiipk.v13i2.130671

Abstract

ABSTRACTThis article explores the innovative strategies implemented by higher education libraries in facing the challenges of the Education 4.0 era. Through a qualitative descriptive approach, this study analyzes the library's efforts in digitizing collections, adopting artificial intelligence-based reference services, developing digital collaborative spaces, and providing technology training centers. The research findings show that digitizing collections improves user accessibility and flexibility, while AI-based services provide better efficiency and personalization. In addition, digital collaborative spaces support project-based learning, and the technology training center contributes to the improvement of students' and staff's digital skills. However, the study also identified challenges related to data protection, accessibility, and relevance of training materials. As such, higher education libraries need to continue to innovate and adapt to ensure the relevance and sustainability of their services in the growing digital age.Keywords : Library Innovation; Education 4.0; Collection Digitization; AI-Based Services; Digital Collaborative SpaceABSTRAK Artikel ini mengeksplorasi strategi inovatif yang diimplementasikan oleh perpustakaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan era Pendidikan 4.0. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis upaya perpustakaan dalam mendigitalisasi koleksi, mengadopsi layanan referensi berbasis kecerdasan buatan, mengembangkan ruang kolaboratif digital, dan menyediakan pusat pelatihan teknologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi koleksi meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas pengguna, sementara layanan berbasis AI memberikan efisiensi dan personalisasi yang lebih baik. Selain itu, ruang kolaboratif digital mendukung pembelajaran berbasis proyek, dan pusat pelatihan teknologi berkontribusi pada peningkatan keterampilan digital mahasiswa dan staf. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan terkait perlindungan data, aksesibilitas, dan relevansi materi pelatihan. Dengan demikian, perpustakaan perguruan tinggi perlu terus berinovasi dan beradaptasi untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan layanan mereka di era digital yang semakin berkembang.Kata Kunci : Inovasi Perpustakaan; Pendidikan 4.0; Digitalisasi Koleksi; Layanan Berbasis AI; Ruang Kolaboratif Digital 
Pemanfaatan Koleksi Karya Ilmiah Digital Di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang Menuju Akses Dengan Single Sign On (SSO) Priyono, Rokhmad
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 16 No. 1 2025
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol16.iss1.art4

Abstract

ABSTRAK Bagi mahasiswa, koleksi karya ilmiah yang berbentuk skripsi, tesis dan disertasi tentunya sangat diperlukan untuk sumber rujukan dalam mengerjakan tugas akhir. Demikian juga dengan koleksi karya ilmiah yang ada di bagian referensi UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM), dimana bagi pemustaka di perpustakaan tersebut termasuk koleksi yang paling banyak diminati sehingga dapat digolongkan sebagai koleksi yang tingkat keterpakaiannya tinggi. Di UPT Perpustakaan UM koleksi karya ilmiah yang tersedia berbentuk cetak dan digital. Fokus pembahasan peneliti adalah pada koleksi karya ilmiah yang berbentuk digital. Apakah koleksi- koleksi digital tersebut telah dimanfaatkan secara maksimal, dan apakah koleksi-koleksi digital tersebut juga benar-benar memberikan manfaat yang besar kepada pemustaka khususnya seluruh sivitas akademika UM. Berdasarkan fenomena yang tertera di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang seberapa maksimal dan efektif pemanfaatan karya ilmiah digital oleh pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital di bagian referensi UPT Perpustakaan UM. Sehingga dari sini nantinya dapat dijadikan acuan dan pertimbangan untuk dapat juga diakses secara online diluar ruang baca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif dan untuk analisis data dilakukan melalui cara menjelaskan dan menerangkan data. Pemanfaatan karya ilmiah digital sangat membantu para pemustaka yang ingin membaca karya ilmiah tersebut dalam bentuk cetak tetapi koleksi tersebut sudah digudangkan karena masuk daftar koleksi karya ilmiah yang sudah di weeding, terutama untuk skripsi. Selain itu juga membantu para pemustaka dari pasca sarjana yang ingin membaca tesis dan disertasi namun kesulitan membawa langsung dikarenakan tebal dan berat. Sehingga nantinya diharapkan pemanfaatan koleksi karya ilmiah digital tersebut bisa dari luar perpustakaan secara online, meskipun harus tetap dalam jaringan UM dengan menggunakan Single Sign On (SSO). Kata kunci: Pemanfaatan koleksi; Karya ilmiah digital; Single Sign On ABSTRACT For students, a collection of scientific works in the form of theses, theses and dissertations is of course very necessary as a reference source in working on their final assignment. Likewise with the collection of scientific works in the UPT reference section of the State University of Malang (UM) Library, which for users in the library is one of the most popular collections so it can be classified as a collection with a high level of use. At the UPT UM Library, the collection of scientific works is available in print and digital form. The focus of the researcher's discussion is on collections of scientific works in digital form. Have these digital collections been utilized optimally, and have these digital collections really provided great benefits to readers, especially the entire UM academic community? Based on the phenomena listed above, the author is interested in conducting research on how maximally and effectively the use of digital scientific works is by readers. The aim of this research is to determine the use of digital scientific work collections in the UPT reference section of the UM Library. So that from here it can later be used as a reference and consideration so that it can also be accessed online outside the reading room. The method used in this research is a qualitative descriptive approach and data analysis is carried out by explaining and explaining the data. The use of digital scientific works is very helpful for readers who want to read scientific works in printed form but the collection has been stored because it is included in the list of scientific work collections that have been weeded, especially for theses. Apart from that, it also helps postgraduate users who want to read theses and dissertations but have difficulty carrying them directly because they are thick and heavy. So it is hoped that in the future the digital scientific work collection can be utilized online from outside the library, although it must remain within the UM network using Single Sign On (SSO). Keywords: collection utilization; Digital scientific work; Single Sign On