Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMULIHAN LAHAN TERKONTAMINASI LIMBAH B3 DARI PROSES DEINKING INDUSTRI KERTAS SECARA FITOREMEDIASI Hardiani, Henggar
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8906.544 KB)

Abstract

Pembuangan   limbah  padat secara  timbunan  terbuka  (open dumping) berpotensi  menimbulkan permasalahan lingkungan,   selain  estetika   lingkungan   dan keterbatasan lahan, juga dapat  menimbulkan permasalahan pencemaran   tanah,   air  tanah  dan    air    permukaan,   sehingga   perlu dilakukan  pernulihan  lahan terkontaminasi   pada  lokasi  bekas timbunan tersebut.    Fitoremediasi    adalah teknologi    proses    pemulihan    tanah terkontaminasi   menggunakan   tanaman,yang   efektif,  murah  dan ramah lingkungan.    Efektifitas    proses   sangat    dipengaruhi    oleh   jenis   dan konsentrasi   kontaminan   dan  tanaman   yang  digunakan.   Penelitian   ini menggunakan    tanaman   jarak   pagar   (Jatropha  curcas  L.)    dengan variasi   umur  tanam  2,  4 dan  6  bulan  dengan   3  ulangan.   Parameter yang  diuji  adalah   logam  Cu  dan  Zn  yang  merupakan    polutan  cukup tinggi  di dalam  limbah  deinking industri  kertas.Hasil penelitian  menunjukkan   bahwa  tanaman  jarak  mempunyai kemampuan    mengakumulasi  dan menyerap    logam   Zn   lebih   besar dibandingkan    dengan   logam   Cu.   Umur  tanam   4  bulan   merupakan kondisi  baik  yang  dipilih  untuk  fitoremediasi   logam  Zn  dan  Cu dalam tanah  terkontaminasi.   Akumulasi   logam  Cu pad a tanah  terkontaminasi ke  dalam   akar   14,5%  dalam   batang   2,2%   dan  dalam   daun  7,2%, sedangkan   akumulasi   logam  Zn  kedalam   akar  81,1 %,  dalam  batang 35,5%  dan  dalam  daun  46,9%.    Efisiensi  serapan  tanaman  terhadap logam  Zn sebesar  2,65% dan logam  Cu 0,24%. Kata  kunci:   Fitoremediasi,   limbah  padat  proses  deinking, jarak  pagar, logam  berat Zn dan Cu 
INVENTORI EMISI GAS RUMAH KACA DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS SEBAGAI BAHAN PERUMUSAN KEBIJAKAN PERUBAHAN IKLIM NASIONAL Hardiani, Henggar; Sugesty, Susy
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas rumah kaca (GRK) dinilai sebagai salah satu penyebab pemanasan global memiliki kontribusi cukup besar. Sektor industri salah satu penqhasil emisi GRK dari pernbakaran bahan bakar fosil. Inventori emisi merupakan salah satu alat untuk diqunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan energi dan emisi GRK.  Inventori ditujukan untuk menghitung besarnya kontribusi emisi yang dihasilkan oleh kegiatan industri dalam periode waktu tertentu. Penelitian ini dibatasi pada sektor industri pulp dan kertas sebagai salah satu industri yang menggunakan energi secara intensif dan industri yang di studi mempunyai kapasitas produksi pulp sekitar 2.700 ADT/hari dan kertas sekitar 220 ton/hari. Sebagian besar industri pulp dan kertas terintegrasi menggunakan bahan bakar biomassa berupa black liqour sebesar 65%, bark sekitar 22%, fine chip 1% dan coal sekitar 12%. Emisi CO2  dari pembakaran biomassa tidak dihitung dalam inventori GRK. Penghitungan emisi GRK dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan neraca massa dan berdasarkan IPCC  Emisi GRK keseluruhan adalah 361.137,1 ton C02eftahuil menurut Neraca Massa dan Energi, sedangkan menurut  IPCC  sebesar  13.659.874,66 ton  CO2/tahun. Dukungan  dari  pemerintah  diperlukan  terutarna terbentuknya Manajer Energi di industri yang menqqunakan energi di atas 6000 TOE dan auditor energi tersertifikasi untuk memperkuat sistem monitoring, evaluasi   dan manajemen energi yang berkesinambungan. Katakunci:   Pemanasan global, Gas rumah kaca, Industri Pulp, Inventori emisi
PEMULIHAN LAHAN TERKONTAMINASI LIMBAH B3 DARI PROSES DEINKING INDUSTRI KERTAS SECARA FITOREMEDIASI Hardiani, Henggar
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8906.544 KB)

Abstract

Pembuangan   limbah  padat secara  timbunan  terbuka  (open dumping) berpotensi  menimbulkan permasalahan lingkungan,   selain  estetika   lingkungan   dan keterbatasan lahan, juga dapat  menimbulkan permasalahan pencemaran   tanah,   air  tanah  dan    air    permukaan,   sehingga   perlu dilakukan  pernulihan  lahan terkontaminasi   pada  lokasi  bekas timbunan tersebut.    Fitoremediasi    adalah teknologi    proses    pemulihan    tanah terkontaminasi   menggunakan   tanaman,yang   efektif,  murah  dan ramah lingkungan.    Efektifitas    proses   sangat    dipengaruhi    oleh   jenis   dan konsentrasi   kontaminan   dan  tanaman   yang  digunakan.   Penelitian   ini menggunakan    tanaman   jarak   pagar   (Jatropha  curcas  L.)    dengan variasi   umur  tanam  2,  4 dan  6  bulan  dengan   3  ulangan.   Parameter yang  diuji  adalah   logam  Cu  dan  Zn  yang  merupakan    polutan  cukup tinggi  di dalam  limbah  deinking industri  kertas.Hasil penelitian  menunjukkan   bahwa  tanaman  jarak  mempunyai kemampuan    mengakumulasi  dan menyerap    logam   Zn   lebih   besar dibandingkan    dengan   logam   Cu.   Umur  tanam   4  bulan   merupakan kondisi  baik  yang  dipilih  untuk  fitoremediasi   logam  Zn  dan  Cu dalam tanah  terkontaminasi.   Akumulasi   logam  Cu pad a tanah  terkontaminasi ke  dalam   akar   14,5%  dalam   batang   2,2%   dan  dalam   daun  7,2%, sedangkan   akumulasi   logam  Zn  kedalam   akar  81,1 %,  dalam  batang 35,5%  dan  dalam  daun  46,9%.    Efisiensi  serapan  tanaman  terhadap logam  Zn sebesar  2,65% dan logam  Cu 0,24%. Kata  kunci:   Fitoremediasi,   limbah  padat  proses  deinking, jarak  pagar, logam  berat Zn dan Cu 
INVENTORI EMISI GAS RUMAH KACA DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS SEBAGAI BAHAN PERUMUSAN KEBIJAKAN PERUBAHAN IKLIM NASIONAL Hardiani, Henggar; Sugesty, Susy
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas rumah kaca (GRK) dinilai sebagai salah satu penyebab pemanasan global memiliki kontribusi cukup besar. Sektor industri salah satu penqhasil emisi GRK dari pernbakaran bahan bakar fosil. Inventori emisi merupakan salah satu alat untuk diqunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan energi dan emisi GRK.  Inventori ditujukan untuk menghitung besarnya kontribusi emisi yang dihasilkan oleh kegiatan industri dalam periode waktu tertentu. Penelitian ini dibatasi pada sektor industri pulp dan kertas sebagai salah satu industri yang menggunakan energi secara intensif dan industri yang di studi mempunyai kapasitas produksi pulp sekitar 2.700 ADT/hari dan kertas sekitar 220 ton/hari. Sebagian besar industri pulp dan kertas terintegrasi menggunakan bahan bakar biomassa berupa black liqour sebesar 65%, bark sekitar 22%, fine chip 1% dan coal sekitar 12%. Emisi CO2  dari pembakaran biomassa tidak dihitung dalam inventori GRK. Penghitungan emisi GRK dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan neraca massa dan berdasarkan IPCC  Emisi GRK keseluruhan adalah 361.137,1 ton C02eftahuil menurut Neraca Massa dan Energi, sedangkan menurut  IPCC  sebesar  13.659.874,66 ton  CO2/tahun. Dukungan  dari  pemerintah  diperlukan  terutarna terbentuknya Manajer Energi di industri yang menqqunakan energi di atas 6000 TOE dan auditor energi tersertifikasi untuk memperkuat sistem monitoring, evaluasi   dan manajemen energi yang berkesinambungan. Katakunci:   Pemanasan global, Gas rumah kaca, Industri Pulp, Inventori emisi