Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBUDAYAAN ANGKLUNG BANYUMAS TERKAIT BABAD BANYUMAS Arina Dyah Suryani, Arina; Putri Ryolita, Widya
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v11i2.27157

Abstract

The angklung tradition in Banyumas is closely related to the Babad Banyumas, an ancient text that contains the history and myths of the Banyumas area. In the Banyumas Chronicle, the angklung is considered a sacred musical instrument that has magical powers. This musical instrument is often used in traditional ceremonies and religious rituals in Banyumas. The beliefs and culture of the Banyumas people associate angklung with a spiritual power that can unite energy. The Banyumas angklung tradition involves the community or angklung music groups consisting of angklung players and drummers. They train together to protect and preserve the angklung cultural heritage in Banyumas. This study explores the relationship between the angklung tradition in Banyumas and the Banyumas Chronicle. The results of this study are about the Banyumas angklung tradition and its relationship with the Banyumas Chronicle. Kata Kunci : Angklung Tradition, Banyumas, Banyumas Chronicle, History and myth,Aspects of community life.
Eksistensi Tradisi Begalan dalam Perkawinan Adat Banyumas sebagai Wujud Kearifan Lokal Budaya Banyumas Adela Dwika; Putri Ryolita, Widya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v11i1.63343

Abstract

Begalan Banyumasan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang khas dan unik. Kearifan lokal ini berkembang di masyarakat selama bertahun-tahun, dan sering mencerminkan nilai nilai identitas budaya. Begalan banyumasan adalah tradisi yang masih dilestarikan di daerah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Tradisi ini merupakan bentuk upacara adat yang dilakukan untuk mencapai tujuan yakni mendatangkan berkah dan keselamatan. Begalan biasanya lebih sering dilakukan dalam rangkaian upacara pernikahan. Oleh karena itu tradisi begalan dengan segala makna yang terkandung di dalamnya selain itu eksistensi keberadaan begalan Banyumas juga perlu diperhatikan.Kata kunci: Makna, Eksistensi, Pernikahan
Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi Cowongan Salah Satu Kearifan Lokal Banyumas Yang Masih Populer Putri Andini, Ernita; Putri Ryolita, Widya
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 3 (2023): (September 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i3.20370

Abstract

Kabupaten Banyumas memiliki berbagai macam kebudayaan yang mempunyai ciri khas tersendiri dari kebudayaan lain di Jawa Tengah, salah satunya adalah tradisi cowongan. Tradisi cowongan adalah upacara meminta hujan dengan menggunakan sarana peralatan berupa siwur (gayung), irus (entong sayur) dengan syair-syair tertentu yang mengandung doa permohonan kepada Sang Pencipta. Tradisi cowongan ini masih populer di Desa Pangebatan, Karanglewas, Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam ritual memanggil hujan (cowongan) yang dilakukan oleh masyarakat Banyumas. Selain itu, untuk mendeskripsikan salah satu kearifan lokal yang masih populer di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cowongan merupakan ritual memanggil hujan yang dulunya dilakukan oleh para petani di Banyumas pada musim kemarau. Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi cowongan adalah nilai sosial sebagai unsur pembangun keidupan sosial untuk saling bergotong royong, saling membantu, dan saling berdampingan agar menciptakan kehidupan yang lebih baik. Nilai religius berkaitan dengan nilai ritual keagamaan dengan menggunakan syair-syair tembang doa terhadap Tuhan. Nilai estetis yang menyangkut kendahan seni, kreasi, dan hiburan rakyat yang terdapat dalam simbol benda yang digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tradisi cowongan ini merupakan kearifan lokal Banyumas yang memiliki nilai-nilai yang harus dilestarikan.