Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT DEPRESI POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT wati, Dian Eko; Wahyuni , Ridha
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi Post Partum merupakan penyakit kesehatan mental yang mempengaruhi perempuan setelah melahirkan. Bagi beberapa wanita, adalah normal untuk merasakan gejala depresi post partum selama beberapa minggu setelah melahirkan. Faktor usia ibu saat persalinan dan dukungan suami sering dikaitkan dengan masalah depresi post partum. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia dan dukungan suami terhadap tingkat depresi post partum di Puskesmas Linggang Bigung. Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu post partum dengan taksiran persalinan pada bulan September dan Oktober 2021 yang berjumlah 61 orang. Metode pengambilan sampel probability sampling teknik proporsional sampling sebanyak 53 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responde, kuesioner dukungan suami dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisis dengan teknik univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Diperoleh hasil sebagian besar berumur 20-35 tahun, sebagian mendapatkan dukungan suami baik sebanyak 39 orang (73,6%), sebagian besar tidak mengalami depresi post partum sebanyak 46 orang (86,8%) sedangkan yang mengalami depresi post partum ringan sebanyak 5 orang (9,4%) dan yang mengalami depresi post partum perlu penanganan sebanyak 2 orang (3,8%). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur dengan depresi post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (nilai p=0,089). Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan depresi post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (nilai p=0,004).
Butterfly Hug Therapy in Enhancing Self-Acceptance Among High School Female Students Hidayat, Alifian Nur; Wahyuni , Ridha
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 12 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i12.50105

Abstract

This transitional period experiences significant changes that may be followed by various crises as it relates to identity formation, self-image, body image. Self-acceptance can help adolescents achieve a more positive self. Butterfly hug therapy is one way to increase self-acceptance. This study aims to determine the effect of butterfly hug therapy on self-acceptance in high school students. Quantitative methods with a pseudo-experimental design were used in this study. Involving 34 high school students, data were obtained using a self-acceptance scale. The data collected were then analyzed with the results of the study showing that: 1) independent sample t-test, obtained a sig value. (2-tailed) of 0.000 <0.05 which means there is a difference in the average self-acceptance results between the experimental class of butterfly hug therapy and the control class. Hypothesis testing shows that H1 is accepted and H0 is rejected with the research hypothesis that there is an effect of increasing self-acceptance in adolescent girls who are treated with butterfly hug therapy; 2) Spearman rank test on the experimental group showed a correlation coefficient of 0.922**. This means that the level of relationship strength (correlation) between the experimental class posttest results and the experimental class sustain effect is 0.922 or very strong. It can be concluded that the treatment given has a long-term effect with a range of 1 week after treatment.
Perlindungan hak kepemilikan tanah masyarakat desa Pakel: penelusuran legal standing akta 1929 dalam sengketa tanah dengan PT. Bumi Sari Pancarani, Irischa Aulia; Wahyuni , Ridha
Tunas Agraria Vol. 6 No. 2 (2023): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v6i2.225

Abstract

The purpose of this study was to determine the legal standing of the 1929 Deed in the application for land rights and the legal protection of the Pakel Village Community's land rights against PT. Bumi Sari. To help analyze this research, legal research of the normative juridical type is used, accompanied by qualitative methods. Based on the description of the discussion, it was concluded that the Deed of 1929 belonged to 800 families of the Pakel Village community, namely the land clearing rights (Ontginningsrecht), which could be used as the basis for applications for land conversion and registration. The reason for giving communal ownership rights is because the land has been cultivated together for almost a century without interruption. This document can be used as a proof of title document and a starting point for land registration applications for residents, especially the portion of land that has been claimed by PT. Bumi Sari and is included in the company's HGU concession. The legal protection that the Pakel community can seek is by filing civil lawsuits and state administration lawsuits. In addition, non-litigation efforts such as mediation, forming a special team, and providing appropriate compensation or relocation.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan hukum Akta 1929 dalam permohonan hak atas tanah dan Perlindungan Hukum hak tanah masyarakat desa Pakel terhadap penguasaan tanah PT. Bumi Sari Untuk membantu menganalisis penelitian ini, digunakan penelitian hukum kepustakaan berjenis yuridis normatif disertai dengan metode kualitatif. Berdasarkan uraian pembahasan, dihasilkan bahwa Akta 1929 milik 800 KK masyarakat desa Pakel, yaitu hak pembukaan tanah (Ontginningsrecht) yang dapat dijadikan dasar permohonan konversi dan pendaftaran tanah. Alasan diberikannya hak milik komunal sebab tanah telah digarap bersama selama hampir 1 abad tanpa gangguan. Dokumen ini dapat dijadikan sebagai dokumen pembuktian hak dan menjadi petunjuk awal permohonan pendaftaran tanah bagi warga, khususnya bagian atas tanah yang sejak 1985 diklaim oleh PT. Bumi Sari masuk ke dalam konsesi HGU perusahaan. Perlindungan hukum yang dapat diupayakan masyarakat Pakel adalah dengan mengajukan gugatan perdata dan gugatan TUN. Selain itu, upaya non litigasi seperti mediasi, pembentukan tim khusus dan pemberian ganti kerugian/relokasi yang layak.