Abdullah Khidhir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Apatis terhadap Protokol Kesehatan Era New Normal dan Korelasinya dengan Konsep Jabariyyah Ala Al-Ra>zi Abdullah Khidhir; Maryamul Khalisah; Della Aida Lema
Intizar Vol 30 No 1 (2024): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v30i1.21919

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pandangan dan sikap apatis warga di Dusun Blijon Desa Wedi Kecamatan Gedangan, Sidoarjo terhadap hadirnya wabah Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Metode analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku abai jemaah dan remaja masjid musala Ansharullah dipicu oleh beberapa hal. Pemikiran keyakinan tentang takdir merupakan faktor utama yang memengaruhi dan mempercepat laju reaksi apatis dari sikap jemaah. Pemahaman terhadap teks keagamaan yang cenderung konservatif juga memiliki peran kuat membentuk perilaku jemaah. Sehingga secara umum, tidak ada perbedaan signifikan dalam peribadahan warga saat terjadi pandemi Covid-19. Dalam menghadapi new normal, sikap warga tetap tenang dan menjalankan rutinitas seperti biasa. Sementara itu, media sosial juga tutur andil mengubah paradigma jemaah tentang Covid-19 dan menaruh kecurigaan adanya kepentingan-kepentingan yang bermain dengan memanfaatkan situasi pandemi.
Political Resistance in Qur’anic Legal Exegesis: Al-Jaṣṣās’s Opposition to The Umayyads in Aḥkām al-Qur’ān Abdullah Khidhir
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 14 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Department of Qur'an dan Hadith Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/mutawatir.2024.14.2.295-320

Abstract

This paper examines political tendencies in the interpretation of the Qur’an during the early medieval Islamic period. It investigates the Aḥkām al-Qur’ān, an exegetical text based on jurisprudential genre, written by al-Jaṣṣās (305-370 AH) and elaborates on his critical stance towards the Umayyad leadership. A socio-political analysis is used to trace the author’s political situation, ideology, and school of thought, which illuminates his tendencies. This study shows that even though Aḥkām al-Qur’ān has a jurisprudential basis, it also conveys a political message intended to oppose the Umayyads. Several verses (9:29, 1:1, 22:41, 24:45 and 49:9) were introduced to demonstrate his critical standpoint against the Umayyads, who were portrayed as an imperfect government. This finding, therefore, supports the claim that schools of fiqh are not always independent, but often align with particular political tendencies. I argue that the Hanafi school invested considerably in al-Jaṣṣās, not only in terms of his jurisprudential reasoning (ijtihād), but also in his critical and hostile attitude towards the Umayyad leaders.