Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALGEBRAIC STRUCTURES IN HEREDITY HUMAN BLOOD GROUP SYSTEM Wasil, Moh.; Hartiansyah, Fiqih Rahman; Alifia, Istianah
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jfma.v7i1.20552

Abstract

Marriage or in this case the researcher calls it "cross-operation" between two individuals (male and female) who have the same or different blood type has the probability to produce children (offspring) with the same blood type as one of the parents or even have a completely different blood type with both of them, whether it is the ABO blood type system or MN if it is associated with the rhesus system or not. The cross-operation between two individuals can be viewed from a mathematical perspective as an algebraic structure with one closed binary operation (OB). The cross-operation of ABO blood group system is an algebraic structure in groupoid form. The cross-operation of MN blood group system is an algebraic structure in groupoid form. And finally, the cross-operation of ABO and MN blood group systems when associated with the rhesus blood group system is an algebraic structure in groupoid form.
Implementasi Matriks Dalam Kriptografi Hill Cipher Dalam Mengamankan Pesan Rahasia Wasil, Moh.
Zeta - Math Journal Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/zeta.2023.8.2.71-78

Abstract

salah satu jenis algoritma yang bisa diimplementasikan penggunaannya dalam menjaga keamanan data (pesan) adalah algoritma Hill Cipher. algoritma ini menggunakan matriks persegi yang invertible sebagai kunci serta aritmatika modulo untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. enkripsi merupakan proses mengubah informasi yang bisa difahami menjadi informasi yang sulit difahami. sedangkan dekripsi adalah kebalikannya. Dengan menggunakan algoritma hill cipher data tersebut sangat sulit diketahui maknanya. Untuk mengirim data, maka pengirim harus menyertakan aturan untuk mengkonversi data tersebut serta matriks kunci yang bisa digunakan untuk mengolahnya, sehingga data tersebut bisa difahami oleh penerima. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keamanan data tersebut sangat sangat bergantung pada tingkat kesulitan operasi matriks yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan matriks persegi sebagai kuncinya dengan modulo 30 (karena menggunakan 30 karakter yang berbeda), dengan konversi setiap karakter ditunjukkan oleh tabel 3.1. Semua karakter yang ada pada plaintext dan ciphertext dikonversi menjadi angka-angka. Sehingga berdasarkan uraian di atas maka tujuan penelitian ini secara umum adalah: untuk menjaga keamanan suatu data dengan menggunakan metode hill cipher.