Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh peningkatan kinerja supply chain dengan memaksimalkan hasilproduksi dan nilai tambah bagi pelanggan. Penelitian ini akan memperlihatkan aktifitas pemborosan (waste)terbesar dari salah satu lini supply chain yang dihasilkan dari hasil perhitungan nilai sigma yang menyebabkanketidakcapaiannya hasil produksi dan kepuasan pelanggan yang diberikan oleh perusahaan terhadap targetproduksi dan kepuasan pelanggan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Peningkatan ketepatan waktudilakukan dengan mengklasifikasi 3 kriteria aktifitas waktu nilai tambah yaitu non value added (NVA), businessvalue added (BVA),dan value added (VA).Analisa perbaikan yang dilakukan untuk tercapainya target hasil produksi dan kepuasan pelanggan yangditetapkan oleh perusahaan adalah menggunakan pendekatan lean service dan analisa Six Sigma yang mudahdiaplikasikan yang berfungsi untuk mempermudah dalam penentuan kategori aktifitas kerja. Analisa proses aktualperusahaan dengan menggunakan manual form diperoleh nilai sigma terkecil terdapat di divisi logistik yaitu 1,2sigma dan 617.911 DPMO (Defect Per Million Opportunity). Pengembangan strategi supply chain tersebutdilakukan dengan tujuan memperkecil variasi antara target dan hasil pencapaian produksi dengan menggunakanpendekatan metoda six sigma. Pada analisa perbaikan (improvement), dilakukan dengan penggunaan aplikasisoftware komputer yang dipasang pada setiap lini organisasi yang di bangun untuk mempercepat manajemeninformasi, yang meliputi pengumpulan, pemrosesan, pengiriman, dan penyebaran dari informasi menurut suatuprosedur tertentu. Setelah dilakukan implementasi sistem IT menggunakan program ERP, terdapat perbaikan nilaisigma pada divisi logistik menjadi 5,5 sigma dan 26 DPMO.Kata kunci : Supply chain , Lean service, Time Table Analysis, Six Sigma, Logistik, Informasi teknologi