Permata, Rully
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Akhlak Mulia Peserta Didik Permata, Rully
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 3 No. 1 (2023): Bimbingan Konseling dalam Membentuk Nilai-nilai Karakter Siswa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v3i1.269

Abstract

Manajemen pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan dilaksanakan di lembaga sekolah untuk mengubah perilaku peserta didik menjadi akhlak yang mulia. Pendidikan karakter diupayakan dengan mengembangkan potensi dan minat serta bakat peserta didik secara utuh sehingga tercapai tujuan pendidikan mulai dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun faktanya pendidikan karakter di sekolah belum efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan, program, pelaksanaan, koordinasi, pengendalian, kendala yang dihadapi, akhlak mulia peserta didik sebagai hasil pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sampel ditentukan secara purposive dengan menetapkan sampel kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, siswa Bk. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan teori manajemen G.R Terry juga Thomas Lickona tentang pendidikan karakter dan Al-Ghazali tentang Akhlak. Temuan penelitian ini adalah: Kebijakan pendidikan karakter yang ada di sekolah tertuang dalam buku saku/tata tertib walaupun belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik meskipun upaya sosialisasi telah dilakukan. Program pendidikan karakter sudah berjalan namun belum terlaksana secara optimal sesuai dengan kebutuhan minat dan bakat peserta didik. Implementasi sudah dilakukan oleh sekolah namun masih belum maksimal dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, Koordinasi menunjukkan belum efektifnya antara mitra koordinasi dengan pihak sekolah meskipun upaya telah dilakukan, Pengendalian sudah dilaksanakan namun masih belum efektif karena masih terkendala sarana prasarana dan sumber daya manusia. Kendala yang dihadapi berasal dari keluarga, masyarakat, sekolah, sumber daya manusia, pergaulan, media, derasnya arus globalisasi dan kurangnya pengawasan dari orang tua. Hasil pendidikan karakter menunjukkan sebagian siswa sudah berperilaku baik, seperti menjaga lingkungan, berprestasi, berbicara santun.
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Permata, Rully
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v4i1.455

Abstract

Peningkatan profesionalisme guru memerlukan arahan dari pemimpin sekolah. pemimpin sekolah memiliki peran penting untuk meningkatkan professional guru. Maka Diperlukan manajemen kepemimpinan yang mampu untuk mengelola pendidikan dengan baik. Professionalisme guru diperlukan untuk memberikan proses pembelajaran kepada peserta didik secara baik. manajemen kepemimpinan sekolah dirasa cocok untuk menciptakan iklim sekolah yang berimbas pada tugas-tugas guru disekolah. Dalam penelitian ini manajemen kepemimpinan sekolah dibuat sebagai kerangka yang berfokus pada peningkatan profesionalisme guru. Dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang masih ada yang belum professional di sekolah. fungsi manajemen kepala sekolah mulai dari pungsi planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Manajemen kepemimpinan sekolah menjadi salah satu cara untuk menciptakan guru-guru yang professional. Pada era globalisasi sekarang ini guru memerlukan keterampilan dan kecakapan untuk memiliki kompetensi yang unggul. Profesionalisme guru harus dimiliki oleh setiap guru untuk mendapatkan hasil yang baik pada proses belajar mengajar. Kepala sekolah menjadi agen perubahan bagi setiap guru yang memiliki peran aktif dengan strategi manajemen kepemimpinannya. Kata kunci: manajemen, kepemimpinan sekolah, profesionalisme guru