Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Rekomendasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia menggunakan Content-Based Filtering dan Algoritma Machine Learning Hulvi, Alfajri; Kusrini, Kusrini
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 6 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v6i2.5807

Abstract

Abstrak−Lahirnya program tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2015 membuat masyarakat di semua negara mulai memandang penting pembangunan berkelanjutan untuk diimplementasikan. Indonesia, sebagai bagian dari komunitas global, juga telah mengadopsi SDGs ini sebagai kerangka kerja dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045. Dengan visi ini, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur tepat pada peringatan 100 tahun kemerdekaannya. Untuk mencapai tujuan secara efektif, penting untuk menerapkan sistem rekomendasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mempertimbangkan tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup yang dihadapi oleh negara Indonesia di masa mendatang. Content-Based Filtering (CBF) adalah teknik yang populer untuk membangun sistem tersebut. Penelitian ini membahas teknik untuk optimasi CBF menggunakan beberapa algoritma machine learning tradisional yaitu SVM, KNN, DT dan algoritma Deep Learning yaitu MLP. Teknik pengambilan sample dan penyetelan hiperparameter juga diperhatikan dalam penelitian ini. Algoritma Deep Learning MLP menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 84%.
Mengukur Faktor Demografi Psikologis: Memprediksi Depresi, Kecemasan, dan Stres dengan menggunakan Machine Learning Juwariyah, Siti; Hulvi, Alfajri; Riduan, Nor; Kusrini, Kusrini
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 13 No. 2 (2024): Komputika: Jurnal Sistem Komputer
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/komputika.v13i2.11793

Abstract

Mental health is an important aspect of human life. Depression, anxiety and stress are some of the most common mental health disorders. These disorders can negatively impact daily life, including productivity, social relationships, and an individual's quality of life, requiring accurate prediction for early intervention. One of the psychological measurement tools used to assess a person's level of depression, anxiety, and stress is the DASS-42 (Depression Anxiety Stress Scales - Long Form). In addition to the DASS-42 results, demographic factors such as age, gender, education level, and social status are important to analyze to strengthen the analysis. Machine learning (ML) is a powerful tool for analyzing complex data such as predicting psychological demographic factors associated with these mental health conditions. This study explores the potential of ML using a comprehensive dataset, using K-Nearest Neighbor and Support Vector Machine algorithms to assess prediction performance. The findings highlighted the effectiveness of ML models in predicting depression, anxiety and stress with high accuracy. The best algorithm in this study for the classification of depression, anxiety and stress is SVM with 99% accuracy but the use of Exploratory Data Analysis (EDA) technic to process additional variables affects the accuracy of the model so it can be concluded that demographic variables have an influence on the classification of depression, anxiety and stress.
Integrasi Clustering Dan Boosting untuk Membangun Model Prediktif Diagnosis Penyakit Kardiovaskular Isnanto, Burham; Panca Juniawan, Fransiskus; Yuny Sylfania, Dwi; Hulvi, Alfajri; Juwariyah, Siti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 3: Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2026133

Abstract

Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian dalam skala global, menyumbang lebih dari 70% kematian di seluruh dunia. Deteksi dini menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian, metode konvensional kerap mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola kompleks dalam data medis berukuran besar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menawarkan pendekatan kombinatif berbasis machine learning yang mengintegrasikan teknik unsupervised learning seperti k-modes clustering dengan algoritma supervised learning berbasis boosting, seperti Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), dan Category Boost (CatBoost). Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada penggunaan segmentasi data melalui clustering sebelum proses klasifikasi, yang bertujuan meningkatkan akurasi dan ketahanan model terhadap kompleksitas data medis. Dataset yang digunakan berasal dari Kaggle dengan total 70.000 data pasien. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma LightGBM mengungguli algoritma lainnya, mencapai akurasi 91,49%, diikuti oleh CatBoost dan XGBoost. Sementara itu, AdaBoost menunjukkan kinerja terendah. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan kinerja prediksi dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya yang hanya menggunakan metode klasifikasi tunggal. Dengan demikian, integrasi clustering dan boosting terbukti menjadi strategi yang efektif dalam mendeteksi CVD secara dini dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan dalam sistem pendukung keputusan klinis yang efisien dan akurat.   Abstract Cardiovascular disease (CVD) continues to be the top cause of fatality on a global scale, accounting for more than 70% of mortality worldwide. Early detection is crucial to reduce the risk of complications and death, but conventional methods often have difficulty identifying complex patterns in large medical data. To mitigate this issue, the current research offers a machine learning-based combinative approach that integrates unsupervised learning techniques such as k-modes clustering with boosting-based supervised classification algorithms, such as Adaptive Boost (Adaboost), Extreme Gradient Boosting (XGBoost), Light Gradient Boosting Machine (LightGBM), and Category Boost (CatBoost). The core value of this research stems from its utilization of data segmentation through clustering before the classification process, which aims to refine the dependability and correctness of the model to the complexity of medical data. The dataset used comes from Kaggle with a total of 70,000 patient data. Evaluation findings demonstrate that the LightGBM algorithm outperforms others, achieving 91.49% accuracy, followed by CatBoost and XGBoost. Meanwhile, AdaBoost showed the lowest performance. This approach significantly improved the prediction performance compared to previous approaches that only used a single classification method. Thus, the integration of clustering and boosting proved to be an effective strategy in detecting CVD early and has great potential to be implemented in an efficient and accurate clinical decision support system.