Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PLURALISME AGAMA PERSPEKTIF ISLAM DAN HINDU Aulia, Mila; Putri, Mardliyatun Nahdliyah; Laily, Ridya Nur
Dharma Duta Vol 21 No 01 (2023): Dharma Duta : Jurnal Penerangan Agama Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Duta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/dd.v21i01.924

Abstract

ABSTRACT The rise of the issue of religious pluralism occurs because of the emergence of various social problems sparked by elements who experience a crisis of religious understanding such as perpetrators of acts of terrorism, violence, crime, anarchism, to bloodshed both within the internal and inter-religious spheres. In this case, it is not only Muslims who are busy voicing peace with religious pluralism. Other religions such as Christianity, Hinduism and Buddhism also contribute to this pluralism in order to create conditions for a safe, peaceful and peaceful state. This study will further examine the differences in perspectives between Islam and Hinduism regarding religious diversity. The purpose of the study is to compare the concept of religious pluralism between the Islamic perspective through the Qur'an and the Hindu perspective in the Vedas. This study is a qualitative-based research with a literature approach. The data collection method used is a documentation technique, while the data analysis method is a descriptive-comparative approach. In general, the religious teachings contained in the verses of the Qur'an and the Vedic verses imply the concepts of religious pluralism and peace. Furthermore, there is a common thread about the triadic relationship of good human relations between the teachings of Islam and Hinduism which are summarized in Mu'amalah ma'a Allah, Mua'amalah ma'a al-Nas & Mu'amalah ma'a al-Bi'ah from an Islamic perspective. , and Tri Hita Karana & Tat Twam Asi from a Hindu perspective. Regardless of the differences as well as the basis of the arguments of each sect, interreligious dialogue is still needed to – at least – minimize conflicts and tensions between religious communities towards harmonization and peace between religious communities. Keywords: Pluralism; Islam; Hindu; Comparative; Peace. ABSTRAK Maraknya isu pluralisme beragama terjadi karena mencuatnya berbagai permasalahan sosial yang disulut oleh oknum-oknum yang mengalami krisis pemahaman keagamaan seperti pelaku tindakan terorisme, kekerasan, kejahatan, anarkhisme, sampai pertumpahan darah baik dalam lingkup internal maupun antar agama-agama. Dalam hal ini, tidak hanya kalangan Islam saja yang ramai menyuarakan perdamaian dengan pluralisme agama. Agama-agama lain seperti Kristen, Hindu dan Budha pun turut menyemarakkan pluralisme ini demi terciptanya kondisi kehidupan bernegara yang aman, damai dan tentram. Kajian ini akan mengkaji lebih jauh perbedaan perspektif antara Islam dan Hindu terkait keragaman beragama. Tujuan kajian yaitu untuk mengkomparasikan konsep pluralisme agama antara perspektif Islam melalui al-Qur’an dan perspektif Hindu dalam Weda. Kajian ini merupakan penelitian berbasis kualitatif dengan pendekatan kepustakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sedangkan metode analisis datanya melalui pendekatan deskriptif-komparatif. Secara umum, ajaran keagamaan yang termuat dalam ayat-ayat al-Qur’an dan sloka-sloka Weda menyiratkan konsep pluralisme agama dan perdamaian. Selanjutnya, terdapat benang merah tentang triadik hubungan baik manusia antara ajaran agama Islam dan Hindu yang dirangkum dalam Mu’amalah ma’a Allah, Mua’amalah ma’a al-Nas & Mu’amalah ma’a al-Bi’ah perspektif Islam, dan Tri Hita Karana & Tat Twam Asi perspektif Hindu. Terlepas dari berbagai perbedaan sekaligus landasan argumen dari masing-masing aliran, dialog antaragama tetap dibutuhkan untuk – setidaknya – meminimalisir terjadinya konflik dan ketegangan antara umat beragama menuju harmonisasi dan perdamaian antar umat beragama. Kata Kunci: Pluralisme; Islam; Hindu; Komparatif; Perdamaian.
Ayat-Ayat Keselamatan dalam Tradisi Tolak Bala (Studi Living Qur’an Pada Tradisi Aeng Rajeen Sampang, Madura) Laily, Ridya Nur; Aulia, Mila; Putri, Mardliyatun Nahdliyah
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v11i2.2479

Abstract

Abstrak: Qur'anisasi kehidupan telah menjadi satu simbol teraplikasinya al-Qur'an di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini membahasi proses pelaksanaan dan pemaknaan tradisi Aeng Raje'en di Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal Omben Sampang, dengan menggunakan metode penelitian lapangan dan teknik wawancara sebagai metode pengumpulan data, serta teori sosiologi pengetahuan dari Karl Mannhein sebagai pisau analisis. Adapun hasil yang diperoleh penulis adalah yang pertama, makna objektif dari tradisi ini yakni bahwa Aeng Raje'enmerupakan suatu amalan yang dianjurkan oleh guru dari KH. Abd. Wahid Khudaifah sebagai salah satu ikhtiar pada rabu wekasan untuk tolak balak, yang kemudian diterapkan kepada para santrinya dan masyarakat setempat hingga saat ini. Kedua, makna ekspresif yakni sebagai program pondok tahunan, sebagai bentuk Ikhtiar dalam menolak balak pada hari Rabu wekasan, perantara dalam meminta keselamatan dan keamanan kepada Allah, pengingat dan penenang jiwa, serta untuk meminta doa barokah dari para guru. Dan ketiga, makna dokumenter yang berisi bahwa terdapat ajaran yang ditanamkan oleh ulama-ulama terdahulu terhadap para jamaah melalui tradisi aeng rajeenhal ini yang mengakibatkan munculnya keinginan yang kuat untuk terus mengikuti tradisi ini, Sehingga tradisi ini menjadi budaya yang ditanamkan secara turun-temurun dan terus berkembang hingga saat ini.