Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi para generasi muda di Indonesia. Dilansir dari laman kemendikbud.go.id, berdasarkan hasil tes PISA atau The programme for International Student Assessment yang dirilis oleh OECD tahun dua ribu enam belas mengungkapkan bahwa kemampuan sains anak-anak Indonesia berada di bawah negara Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensitas literasi bagi para remaja atau generasi muda yang biasa dipanggil dengan istilah Gen Z terutama untuk menghadapi era revolusi industri empat titik nol, serta cara dan metode yang tepat untuk menekankan budaya literasi sesuai dengan karakteristik Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan teknik observasi serta kuesioner yang disebarkan melalui link google form kepada objek penelitian, yakni para remaja dari generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda di Indonesia kurang memiliki minat baca maupun minat menulis. Cara memberikan penekanan budaya literasi yang dapat digunakan untuk menarik minat generasi muda harus sesuai dengan zaman dan karakteristik generasi tersebut, yakni melalui promosi sosial media dan pemanfaatan teknologi internet. Salah satunya pemanfaatan konten short video dalam platform sosial media tik tok, instagram, dan youtube.