Tri Sundari, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Implementation Of Emanncipated Learning In Two Mover Schools In Kota Sorong (A Multi-Case Study Conducted in SMPIT Al Izzah and SMP Nusantara) Tri Sundari, Dwi
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.341

Abstract

SMPIT Al Izzah dan SMP Nusantara adalah dua sekolah penggerak di Kota Sorong yang sudah hampir dua tahun menggunakan EL tahun dua ribu dua puluh satu sampai dua ribu dua puluh tiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum EL di sekolah-sekolah tersebut. Populasi penelitian ini adalah dua ratus tiga puluh dua siswa dan tiga puluh dua guru di SMPIT Al Izzah dan SMP Nusantara Kota Sorong. Sampel penelitian ini terdiri dari lima belas guru dan sembilan puluh enam siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa dan guru, dimana angket tersebut terdiri dari tiga puluh delapan item indikator dan siswa memiliki sembilan belas item indikator untuk diteliti dan dianalisis pengaruh atau hubungan penerapan kurikulum PB. Semua guru dan siswa mengisi kuesioner, namun hanya enam guru dan enam siswa yang diwawancarai karena keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, diketahui bahwa guru dari analisis deskripsi dan wawancara rata-rata kedua sekolah dengan Transformasi Kurikulum EL memiliki respon positif terutama dalam mengembangkan bakat, minat, dan kewirausahaan, namun pada kenyataannya terdapat beberapa kendala implementasi dengan adanya transformasi implementasi yang diperlukan untuk mempercepat perubahan, seperti masih belum terbiasanya merancang perangkat pembelajaran berupa penyederhanaan RPP dan istilah dalam peralihan dari kurikulum K tiga belas ke kurikulum EL. Selain itu, guru membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni untuk mempercepat akses informasi dan digitalisasi literasi guru sehingga mampu menjadi fasilitator yang handal dan tidak tertinggal dalam literasi teknologi informasi. Sedangkan bagi siswa, terdapat pengaruh atau hubungan yang positif antara kedua penggerak sekolah akibat pelaksanaan Pembelajaran Merdeka pada siswa, menurut uraian dan wawancara, terutama dalam hal bantuan fasilitas dan fleksibilitas dalam pengembangan diri, dimana siswa merasa dapat mengembangkan soft skill serta digitalisasi teknologi sehingga terbantu dalam pembelajaran yang lebih bermakna.
The Implementation Of Emanncipated Learning In Two Mover Schools In Kota Sorong (A Multi-Case Study Conducted in SMPIT Al Izzah and SMP Nusantara) Tri Sundari, Dwi
Journal of Education Research Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i3.341

Abstract

SMPIT Al Izzah dan SMP Nusantara adalah dua sekolah penggerak di Kota Sorong yang sudah hampir dua tahun menggunakan EL tahun dua ribu dua puluh satu sampai dua ribu dua puluh tiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum EL di sekolah-sekolah tersebut. Populasi penelitian ini adalah dua ratus tiga puluh dua siswa dan tiga puluh dua guru di SMPIT Al Izzah dan SMP Nusantara Kota Sorong. Sampel penelitian ini terdiri dari lima belas guru dan sembilan puluh enam siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa dan guru, dimana angket tersebut terdiri dari tiga puluh delapan item indikator dan siswa memiliki sembilan belas item indikator untuk diteliti dan dianalisis pengaruh atau hubungan penerapan kurikulum PB. Semua guru dan siswa mengisi kuesioner, namun hanya enam guru dan enam siswa yang diwawancarai karena keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, diketahui bahwa guru dari analisis deskripsi dan wawancara rata-rata kedua sekolah dengan Transformasi Kurikulum EL memiliki respon positif terutama dalam mengembangkan bakat, minat, dan kewirausahaan, namun pada kenyataannya terdapat beberapa kendala implementasi dengan adanya transformasi implementasi yang diperlukan untuk mempercepat perubahan, seperti masih belum terbiasanya merancang perangkat pembelajaran berupa penyederhanaan RPP dan istilah dalam peralihan dari kurikulum K tiga belas ke kurikulum EL. Selain itu, guru membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang mumpuni untuk mempercepat akses informasi dan digitalisasi literasi guru sehingga mampu menjadi fasilitator yang handal dan tidak tertinggal dalam literasi teknologi informasi. Sedangkan bagi siswa, terdapat pengaruh atau hubungan yang positif antara kedua penggerak sekolah akibat pelaksanaan Pembelajaran Merdeka pada siswa, menurut uraian dan wawancara, terutama dalam hal bantuan fasilitas dan fleksibilitas dalam pengembangan diri, dimana siswa merasa dapat mengembangkan soft skill serta digitalisasi teknologi sehingga terbantu dalam pembelajaran yang lebih bermakna.