Iklim organisasi sekolah mencakup suasana kerja, budaya, norma, dan nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sekolah. Faktor-faktor ini dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku dan motivasi individu di dalam organisasi. Motivasi berprestasi merujuk pada dorongan internal individu untuk mencapai tujuan-tujuan yang tinggi, meraih keberhasilan, dan memperoleh pengakuan. Motivasi ini dapat mendorong seseorang untuk bekerja keras dan berfokus pada pencapaian hasil yang maksimal. Kinerja guru mencakup berbagai aspek, seperti kemampuan mengajar, interaksi dengan siswa, kontribusi terhadap pengembangan kurikulum, dan partisipasi dalam kegiatan sekolah. Kinerja yang baik dari guru memiliki dampak positif terhadap pembelajaran siswa. Beberapa penelitian telah mengeksplorasi hubungan antara iklim organisasi sekolah dan motivasi berprestasi guru. Hasil penelitian oleh Smith et al tahun dua ribu delapan belas menunjukkan bahwa iklim yang positif, yang mencakup dukungan sosial, kerjasama antar guru, dan pengakuan atas prestasi, berhubungan positif dengan tingkat motivasi berprestasi guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim organisasi sekolah terhadap motivasi berprestasi untuk mewujudkan kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan studi dukumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah statistik dengan model analisis jalur path analysis. Adapun populasi dan sekaligus menjadi responden dalam penelitian ini adalah guru SMK Plus Qurrota A’yun Samarang sebanyak enam puluh delapan orang, karena tidak dilakukan pengambilan sampel. Hasil pengujian hipotesis utama: Terdapat Pengaruh Iklim Organisasi Sekolah terhadap Motivasi Berprestasi untuk Mewujudkan Kinerja guru, dengan pengujian analisis jalur. Iklim Organisasi Sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap Motivasi Berprestasi, Iklim Organisasi sekolah berpengaruh tidak signifikan terhadap Kinerja guru, dan Motivasi Berprestasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini ditemukan sejumlah temuan permasalahan penting :Pertama, pada variabel X Iklim Organisasi Sekolah, tingkat partisipasi guru dalam organisasi sekolah masih rendah padahal ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dan berada di lingkungan pondok pesantren. Kedua, pada variabel Y motivasi berprestasi, temuan permasalahan yang dianggap penting adalah motivasi guru dalam proses pembelajaran masih belum kuat. Ketiga , pada variabel Z kinerja guru, temuan masalah penting antara lain: Kinerja guru dalam pembelajaran yang belum maksimal, juga dalam kegiatan proses belajar mengajar mayoritas guru tidak melengkapi administrasi guru.