Zakaria, Ulfah Irani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Siapkah Sekolah Penggerak PAUD Menerapkan Kurikulum Nasional 2025? Rosmiati, Rosmiati; Zakaria, Ulfah Irani; Mauliana, Lia; Suhartati, Suhartati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1108

Abstract

Implementasi kurikulum Merdeka di sekolah penggerak merupakan pilot project yang dicanangkan oleh kemendikbudristek Indonesia. Namun, hanya kepemimpinan kepala sekolah yang menjadi poin penilaian dalam tahapan seleksi, sementara kesiapan sumber daya lainnya kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan sekolah dalam aspek sumber daya sekolah, partisipasi orang tua dan masyarakat, kurikulum, dan digitalisasi sekolah dan hambatan yang dihadapi sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Gemah Ripah, TKN Wajar Mutiara, dan TKN Pembina Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Subjek penelitian adalah tiga kepala sekolah, enam komite pembelajaran guru, dan tiga guru kelas. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia masih rendah akibat minimnya pelatihan, keterbatasan teknologi, kompetensi guru dalam penyesuaian materi pembelajaran dan modul ajar dan kompetensi digital guru masih rendah, dan partisipasi orang tua dan masyarakat yang masih rendah.
Siapkah Sekolah Penggerak PAUD Menerapkan Kurikulum Nasional 2025? Rosmiati, Rosmiati; Zakaria, Ulfah Irani; Mauliana, Lia; Suhartati, Suhartati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1108

Abstract

Implementasi kurikulum Merdeka di sekolah penggerak merupakan pilot project yang dicanangkan oleh kemendikbudristek Indonesia. Namun, hanya kepemimpinan kepala sekolah yang menjadi poin penilaian dalam tahapan seleksi, sementara kesiapan sumber daya lainnya kurang diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan sekolah dalam aspek sumber daya sekolah, partisipasi orang tua dan masyarakat, kurikulum, dan digitalisasi sekolah dan hambatan yang dihadapi sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Gemah Ripah, TKN Wajar Mutiara, dan TKN Pembina Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Subjek penelitian adalah tiga kepala sekolah, enam komite pembelajaran guru, dan tiga guru kelas. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia masih rendah akibat minimnya pelatihan, keterbatasan teknologi, kompetensi guru dalam penyesuaian materi pembelajaran dan modul ajar dan kompetensi digital guru masih rendah, dan partisipasi orang tua dan masyarakat yang masih rendah.
Digital Governance for Sustainable Educational Transformation: Evaluating Merdeka Curriculum Implementation through PMO E-Instruments in Indonesia Zakaria, Ulfah Irani; Rosmiati, Rosmiati
PAEDAGOGIA Vol 28, No 2 (2025): PAEDAGOGIA Jilid 28 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v28i2.102205

Abstract

This study investigates the pivotal role of Project Management Office (PMO) e-instruments in evaluating the implementation of the Merdeka Curriculum (Merdeka Curriculum) within Indonesia's Driving School ‘Sekolah Penggerak’ program. The research was initiated by the critical need to ensure consistency and quality in curriculum application across diverse educational contexts, aligning with Indonesia's ongoing national educational transformation. Employing a descriptive qualitative-quantitative approach, the study involved four primary schools designated as Sekolah Penggerak, with principals and teaching staff engaging in structured assessments using the PMO e-instruments. Key findings indicated moderate performance in planning and instructional execution across most participating schools, while leadership practices demonstrated notable variability. Collaborative aspects of the curriculum, particularly project-based learning and community involvement, consistently exhibited stronger outcomes. Conversely, areas such as reflection, evaluation, and student-centered learning were identified as requiring further development. The PMO e-instrument proved to be an effective diagnostic and developmental tool, empowering school leaders to make evidence-based decisions for enhancing curriculum delivery. These findings underscore the profound importance of continuous capacity-building for school leaders to fully actualize the transformative goals of the Merdeka Curriculum. The diagnostic capability of the PMO e-instrument directly facilitates data-driven decision-making, which is a core objective of integrating such digital systems into educational management. This allows for precise identification of areas needing improvement. These findings underscore the importance of continuous capacity-building for school leaders to fully actualize the goals of the Merdeka Curriculum.