Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Fungsi Manajamen Dalam Pelayanan Di Optik Nusantara Jambi Suryanta, Dolly imam
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jemb.v3i2.2199

Abstract

The management function in an organization is needed to be able to measure and evaluate the efficiency and effectiveness of service activities carried out, so that the organization's goals can be achieved. This paper discusses the Analysis of Management Functions in Services at Optik Nusantara Jambi. This research aims to analyze the implementation of management functions at Optik Nusantara Jambi which have been running so far, whether they have been implemented well or have not yet been implemented in refraction and optician services. This research data was collected through observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis used by researchers is descriptive qualitative which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the management function in terms of planning, organizing, actuating and controlling indicators at Optik Nusantara Jambi is good in terms of health services because all forms of services carried out always refer to Operational Standards. The optical procedures that have been determined, and the implementation of the main tasks of each work unit, each part of the organizational structure, all elements and all staff have been carried out very well. Based on the results of this research, there are several suggestions that may be useful (1) Services at Optik Nusantara Jambi should continue to evaluate and innovate in their services to continue to meet the needs of Optik customers which continue to grow, especially with online sales and increasingly innovative market places. (2) Consider periodic restructuring of the Optik Nusantara Jambi organization. (3) Increasing training and continuous development for staff and Refraction Opticians regarding new optical technologies such as lens materials, lens design, understanding and other skills in Optician services
Pemeriksaan Refraksi Bagi Penderita Katarak Di Jaya Optical Padang Suryanta, Dolly imam
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 1 No. 1 (2022): Juli - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.173 KB) | DOI: 10.62379/jishs.v1i1.635

Abstract

Katarak merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya.Katarak adalah hilangnya kebeningan dari lensa pengfokus di dalam mata lensa atau kristalin yang terletak tepat dibelakang iris yang berwarna dan hanya bisadilihat melalui pupil. Katarak yang merupakan penyebab utama berkurangnya penglihatan di dunia diperkirakan jumlah penderita kebutaan katarak di dunia saat ini sebesar 17 juta orang dan akan meningkat menjadi 40 juta pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kendala yang ditemui pada pemeriksaan refraksi pada penderita katarak di Optik Karunia PasarRaya Padang., (2) untuk mengetahui cara pemeriksaan refraksi pada penderita katarak yang baik di Jaya optical. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, proses penelitian dilakukan melalui wawancara dengan menyebarkan kuesioner, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pemeriksaan refraksi bagi penderita katarakdi Jaya optical. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita katarak yang memakai kacamata. Mengingat populasi yang diteliti kurang dari 100 orang maka sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita katarak yang memakai kacamata berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan kepada pasien yang menderita katarak di Jaya optical. Hasil penelitian diperoleh bahwa responden bahwa 30 responden (100%) yang merasakan kendala pada pemeriksaan refraksi, bahwa sebanyak 30 responden (100%) merasa mudah silau terhadap cahaya, 30 responden (100%) yang merasa penglihatan kacau waktu malam, 17 responden (56,7%) merasakan pemeriksaan refraksi yang baikpada penderita katarak dan sebanyak 13 responden (43,3%) menyatakan tidak merasakan pemeriksaan refraksi yang baikpada penderita katarak di Jaya optical, 22 responden (73,3%) mereka ditanya mengenai kesehatan mata dan sebanyak 8 responden (26,7%) mereka menyatakan tidak ditanya mengenai kesehatan mata dan 30 responden (100%) menyatakan penglihatan lebih baik setelah diberi kacamata. Berdasarkan hasil penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa 30 responden (100%) yang merasakan kendala pada pemeriksaan refraksi 17 responden (56,7%) merasakan pemeriksaan refraksi yang baik pada penderita katarak dan sebanyak 13 responden (43,3%) menyatakan tidak merasakan pemeriksaan refraksi yang baik pada penderita katarak di Optik Karunia Pasar Raya. Hal ini juga memberikan gambaran bahwa perlunya evaluasi dari segi pelayanan kepada pasien, guna untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan yang diberikan kepada pasien.
Hubungan Kebiasaan Membaca Jarak Dekat Dengan Kelainan Refraksi Miopia Pada Siswa Smp Negeri 7 Padang Suryanta, Dolly imam
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS)
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v2i1.634

Abstract

Dalam penglihatan, mata mempunyai berbagai macam kelainan refraksi. Kelainan refraksi tersebut antara lain miopia, Miopia adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasan sinar yang berlebihan sehingga sinar-sinar sejajar yang datang dibiaskan di depan retina. Banyak faktor yang menyebabkan miopia, salah satunya ialah membaca jarak dekat. Membaca merupakan aktivitas yang memerlukan penglihatan jarak dekat.Anak-anak yang membaca terus menerus selama lebih dari 30 menit lebih mungkin terkena miopia. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca jarak dekat terhadap miopia bagi siswa kelas IX di SMP Negeri 7 Padang. Hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa bahwa terdapat hubungan antara riwayat membaca jarak dekat dengan miopia. Dimana Ho ditolak dan H1 diterima, sedangkan kekuatan antar variabel dalam penelitian ini dinilai dengan menggunakan adds ratio. OR hasil perhitungan adalah sebesar 0,405 karena OR (0,405) < 1, hal ini berarti faktor yang diteliti merupakan faktor protektif yakni siswa dengan kebiasaan membaca jarak dekat mempunyai resiko untuk menderita miopia 0,4 kali lipat apabila dibandingkan dengan siswa yang tidak mempunyai kebiasaan membaca jarak dekat. Dengan kata lain, kebiasaan membaca jarak dekat merupakan faktor resiko, tetapi kekuatan hubungan nya lemah. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran yaitu perlunya menjaga jarak aman antara jarak mata dengan bahan yang dibaca, guna untuk menjaga kesehatan mata sebagai indra vital dalam penglihatan dan untuk mencegah penyebab terjadinya miopia.
Pengaruh Pemakaian Lensa Blue Cut Terhadap Kenyamanan Pemakaian Kacamata Di Optik Jaya Pasaman Barat Suryanta, Dolly imam
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ekonomika dan Bisnis (JEBS)
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v1i2.636

Abstract

Gangguan penglihatan membuat sesorang harus menggunakan alat bantu penglihatan agar penglihatan menjadi jelas. Berbagai cara dilakukan orang, seperti menggunakan kacamata, lensa kontak bahkan operasi lasik. Penambahan lensa blue cut pada kacamata pada umumnya digunakan untuk membantu penglihatan manusia terhadap kelemahan mata karena rabun atau alasan penglihatan lainnya dan melindungi mata dari sinar UV. Tujuan penelitian ialah (1) untuk mengetahui pengaruh pemakaian lensa blue cut terhadap kenyamanan pemakaian kacamata di optik jaya Pasaman Barat (2) Untuk mengetahui keunggulan lensa blue cut terhadap kesehatan mata bagi pemakai kacamata Di Optic Zal Pondok Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, proses penelitian dilakukan wawancara dengan menyebarkan kuesioner, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh pemakaian lensa blue cut terhadap kenyamanan pemakaian kacamata di optik jaya Pasaman Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien usia dini yang mengalami kelainan refraksi penelitian yang berjumlah 30 Orang. Mengingat populasi yang diteliti kurang dari 100 orang maka sampel dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen optik jaya Pasaman Barat berjumlah 30 Orang. Penelitian dilakukan kepada pasien usia dini di Optik jaya Pasaman Barat. Hasil penelitian diperoleh bahwa responden bahwa 61,7% dari responden mengetahui pengaruh pemakaian lensa blue cut terhadap kenyamanan pemakaian kacamata, ini disebabkan karena kurang mengetahui dampak dari sinar UV terhadap kesehatan mata dan 60,1% lensa blue cut memiliki keunggulan untuk menjaga kesehatan mata. Berdasarkan hasil penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa Sebanyak 61,7% Respon mengetahui pengaruh pemakaian lensa blue cut terhadap kenyamanan pemakaian kacamata di optik jaya Pasaman Barat. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan responden terhadap dampak dari sinar biru terhadap kesehatan mata. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pemakaian lensa blue cut terhadap kenyamanan pemakaian kacamata di optik jaya Pasaman Barat diperoleh hasil penelitian bahwa sebanyak 60,7% responden mengetahui keunggulan dari kacamata lensa blue cut dan disarankan kepada masyarakat Pada saat berhadapan langsung pasien harus memakai lensa anti radiasi yang di kenal dengan lensa blueray.