Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DIGITAL HISTORY SERI KEN DEDES DALAM MENINGKATKAN PROMOSI WISATA KESEJARAHAN KOTA MALANG PADA KOMUNITAS JELAJAH JEJAK MALANG (JJM) Puspita Pebri Setiani; Amanah Agustin; Endang Setiyo Astuti; Ali Badar; Ririn Ningkeula; Hadi; Fransiskus Adi; Devy Adillia Maharani; Danangsyah Bagaskara Putra
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian yang berjudul Sosialisasi Digital History Seri Ken Dedes dalam Meningkatkan Promosi Wisata Kesejarahan Kota Malang ini adalah untuk membantu komunitas Jelajah Jejak Malang (JJM) mempromosikan wisata kesejarahan Kota Malang yakni peninggalan-peninggalan Kerajaan Singhasari melalui Digital History Seri Ken Dedes dengan menggandeng mitra Kolompok Jelajah Jejak Malang (JJM). Metode pengabdian masyarakat pemula pada komunitas Jelajah Jejak Malang dengan mengembangkan Digital History Seri Ken Dedes yakni 1) Mengidentifikasi permasaahan dalam wisata kesejarahan Kota Malang 2) Merencanakan pengembangan Digital History Seri Ken Dedes. 3) Pengembangan Digital History Seri Ken Dedes, meliputi pengembangan fitur dan konten, pembuatan desain, pengkodean, pengujian, dan peluncuran aplikasi. 4) Pelatihan dan sosialisasi kepada komunitas Jelajah Jejak Malang. 5) Evaluasi dan pemeliharaan Digital History. Hasil dari pengabdian ini adalah adanya Digital History Seri Ken Dedes dalam membantu mengenalkan masyarakat lokal dan wisatawan tentang keunikan dan nilai budaya dan sejarah Singhasari melalui promosi wisata kesejarahan di Kota Malang dapat dikenal di dunia melalui cerita seri Ken Dedes dalam Digital History. Kata kunci: sosialisasi, digital, histori, ken dedes, wisata kesejarahan, komunitas, jelajah jejak malang
THRIFTING DI KECAMATAN PUJON: STUDI FENOMENOLOGI TERKAIT PRILAKU DI MASYARAKAT DESA PUJON Kusuma Sa'dana; Puspita Pebri Setiani; Rizki Agung Novariyanto
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v7i2.100976

Abstract

Masyarakat desa, termasuk di Kecamatan Pujon, mengalami pergeseran dalam pola konsumsi, tidak terkecuali dalam hal fashion. Fenomena thrifting atau membeli pakaian bekas yang sebelumnya populer di perkotaan, kini mulai merambah wilayah pedesaan. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana masyarakat desa menyerap dan memaknai tren ini dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor pendorong masyarakat desa pujon menggemari thrifting dan mengetahui bagaimana pola prilaku thrifting masyarakat desa pujon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang berfokus pada penemuan fakta terhadap suatu fenomena social dan berusaha memahami tingkah laku manusia berdasarkan perspektif partisipan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi sebagai pelengkap penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor pendorong masyarakat desa pujon menggemari thrifting adalah harga yang terjangkau, akses ke barang branded atau unik, pengaruh media sosial dan anak muda, kesadaran lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan, adanya peluang ekonomi, keterbatasan pilihan fashion lokal, budaya gotong royong dan rekomendasi sosial sedangkan pola prilaku thrifting masyarakat desa pujon menggemari thrifting yakni motivasi pembelian bersifat fungsional dan ekonomis, pemilihan produk berdasarkan harga, kualitas, dan merek, tempat berbelanja bervariasi: pasar, lapak kaki lima, hingga online, frekuensi thrifting tidak terlalu tinggi tapi konsisten, pola sosial: rekomendasi dan belanja kolektif, perilaku selektif dan cermat dalam memilih, nilai tambah: modifikasi dan kreativitas. Anak remaja hingga dewasa sebagai salah satu kelompok masyarakat yang mengikuti perkembangan trend serta gaya hidup tertentu sehingga akan menjadi subjek yang menarik untuk mempelajari fenomena thrifting ini. Sebagian besar anak remaja dan dewasa mereka tertarik untuk mengekspresikan diri melalui gaya pakaian yang kekinian namun memiliki keterbatasan biaya.