Isna Shofiyani Fathoni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE INTERTEXTUALITY OF CULTURAL REPRESENTATIONS AS SEEN FROM SPIDERMAN ACROSS THE SPIDER-VERSE (2023) AND MS MARVEL (2022) Sekarini, Siska Ayu Diaz; Khadija Albar Hanafi; Isna Shofiyani Fathoni
CrossOver Vol. 4 No. 1: June 2024
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/crossover.v4i1.9513

Abstract

This study aims to reveal the intertextual of cultural diversity of Spiderman Across the Spider-Verse (2023) and Ms. Marvel (2022). This study focuses on Spiderman characters: Miles Morales and Pavitr Prabhakar and also Ms. Marvel named Kamala in Ms. Marvel, social life and their surroundings. This study uses the theory from Kristeva (1989) to examine the intertextuality between the two films and representative theory from Stuart Hall(1997) to analyze the cultural representation of Spiderman Miles Morales, Spiderman Pavitr Prabhakar, and Kamala Khan. The researchers used qualitative research methods. Research results show that cultural representation in movies appears beyond superficial markers, incorporating meaning, signs and symbols that are relevant to the characters' backgrounds in society. Both films depict elements such as food, stereotypes, and religious norms that represent a specific culture or religion. However, both films clearly reflect traditional fashion symbols, musical instruments, language, traditions, decorations, and religious rituals. This intertextual exploration enriches the story and offers a more inclusive depiction of superheroes in a globalized worldThis study is expected to provide insightful and nuanced understandings of cultural representation in this modern era of globalization through the eyes of Spiderman Across the Spider-Verse (2023) and Ms. Marvel (2022).
ANALISIS UPAYA UIN RADEN MAS SAID DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI ERA MODERN Isna Shofiyani Fathoni
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 320-337
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/spgfyx72

Abstract

Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa, utamanya bagi mahasiswa. Perguruan tinggi berkedudukan sebagai pusat peradaban masyarakat yang diharapkan mampu bersinergi serta menjadi pusat aspirasi, inspirasi maupun refleksi sehingga mahasiswa dapat menjadi pribadi yang berintegritas dan bermoral yaitu dengan merealisasikan pendidikan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai macam upaya yang dijalankan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di era modern. Metode yang digunakan adalah observasi dan studi lliteratur. Penelitian ini menunjukkan bahwasanya di era modern yang semakin marak degradasi moral mendorong manusia untuk dapat bersikap moderat agar terhindar dari sifat ekstrim, radikal dan sekuler. Terdapat empat indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif pada kebudayaan lokal. Maka perguruan tinggi sangatlah urgen kedudukannya dalam mengupayakan implementasi nilai-nilai moderasi beragama pada mahasiswa yaitu melalui aktualisasi tiga pilar diantaranya adalah moderasi pemikiran, moderasi gerakan dan moderasi perbuatan. Diantara nilai-nilai moderasi beragama yang diusung oleh UIN Raden Mas Said ialah tawassuth (tengah-tengah), I’tidal (tegak-lurus), tasamuh (toleransi), syura (musyawarah), ishlah (reformasi), qudwah (kepeloporan), muwathanah (cinta tanah air), la ‘unf (anti-kekerasan) dan I’tibar al-‘urf (ramah budaya).
ANALISIS UPAYA UIN RADEN MAS SAID DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI ERA MODERN Isna Shofiyani Fathoni
Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of International Conference Cultures & Languages 2022 625-642
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/d3ne9y71

Abstract

Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa, utamanya bagi mahasiswa. Perguruan tinggi berkedudukan sebagai pusat peradaban masyarakat yang diharapkan mampu bersinergi serta menjadi pusat aspirasi, inspirasi maupun refleksi sehingga mahasiswa dapat menjadi pribadi yang berintegritas dan bermoral yaitu dengan merealisasikan pendidikan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai macam upaya yang dijalankan oleh UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di era modern. Metode yang digunakan adalah observasi dan studi lliteratur. Penelitian ini menunjukkan bahwasanya di era modern yang semakin marak degradasi moral mendorong manusia untuk dapat bersikap moderat agar terhindar dari sifat ekstrim, radikal dan sekuler. Terdapat empat indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif pada kebudayaan lokal. Maka perguruan tinggi sangatlah urgen kedudukannya dalam mengupayakan implementasi nilai-nilai moderasi beragama pada mahasiswa yaitu melalui aktualisasi tiga pilar diantaranya adalah moderasi pemikiran, moderasi gerakan dan moderasi perbuatan. Diantara nilai-nilai moderasi beragama yang diusung oleh UIN Raden Mas Said ialah tawassuth (tengah-tengah), I’tidal (tegak-lurus), tasamuh (toleransi), syura (musyawarah), ishlah (reformasi), qudwah (kepeloporan), muwathanah (cinta tanah air), la ‘unf (anti-kekerasan) dan I’tibar al-‘urf (ramah budaya).