Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 2 KASONGAN SAMULANI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i3.2689

Abstract

This research aims to improve history learning outcomes by implementing the CTL (Contextual Teaching And Learning) learning model for class X students at SMAN 2 Kasongan. This research is classroom action research with the application of Contextual Teaching and Learning. The subjects of this research were 20 students of SMAN-2 Kasongan class X. Data collection techniques use observation sheets, documentation and test results. Based on the actions that have been taken, implementing the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model can improve learning outcomes in learning activities. The student learning outcomes in the initial study were only 65.76 to 72.00 and 86.05 in the second cycle, with a learning completeness level of 8 students or 40%, in the first cycle there were 13 students or 65%, and in the second cycle there were 17 students or 85%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sejarah dengan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) peserta didik kelas X SMAN 2 kasongan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan Contextual Teaching and Learning. Subjek penelitian ini adalah peserta didik SMAN-2 Kasongan kelas X sebanyak 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumentasi, dan hasil tes. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan hasil belajar pada kegiatan pembelajaran. Hasil belajar peserta didik pada studi awal hanya 65,76 menjadi 72,00 dan 86,05 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 8 peserta didik atau 40%, siklus I ada 13 peserta didik atau 65%, dan pada siklus II ada 17 peserta didik atau 85%.