Nurrohim
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Telaah Historiografi Terhadap Buku Hadji Agus Salim: Diplomat Nyentrik Penjaga Martabat Republik Karya Haidar Musyafa Intan Setianingsih; Nurrohim
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jsij.v2i02.9608

Abstract

Haidar Musyafa merupakan penulis kenamaan dan dikenal melalui karya-karyanya yang berbentuk sejarah, meskipun ia bukan seorang sejarawan akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menelaah terkait aspek historiografi yang terkandung dalam buku Hadji Agus Salim karangan Haidar Musyafa. Peneliti menggunakan teori historiografi dari perspektif Sartono Kartodirdjo serta pendekatan biografi sebagai alat analisis dalam mengkaji topik ini. Adapun penelitian ini tergolong sebagai penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode sejarah yang memiliki empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Haidar Musyafa dalam hal penulisannya, Ia menyajikan pembahasan terkait fakta sejarah secara komprehensif yang dibalut dalam bahasa novel. Di mana pembaca seolah olah terbawa suasana bahwa tokoh tersebut adalah Haji Agus Salim sendiri, sehingga fakta sejarah yang disajikan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca.
Relasi Ritual Keagamaan Syiah Ismailiyyah Masa Fathimiyyah Dan Sunni Masa Ayyubiyyah 969-1193 M Nurrohim; Fitri Sari Setyorini
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui warisan budaya serta relasi yang terjadi antara Dinasti Fathimiyyah dan Ayyubiyyah. Relasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah ritulisme keagamaan Syi’ah Ismailiyyah yang telah berkembang selama pemerintahan Fathimiyyah dan keberlanjutannya pada masa pemerintahan Ayyubiyyah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah, antropologi sosial dan pendekatan teologis. Penelitian bercorak penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode sejarah. Data yang digunakan didapatkan dari berbagai sumber tertulis dari sejarawan Islam masa Fathimiyyah maupun Ayyubiyah yang kemudian dilengkapi dengan sumber tertulis dari sejarawa-sejarawan orientalis. Penyajian laporan dilakukan dengan metode historiografi yang menyajikan tulisan secara deskriptif naratif yang kemudian dilengkapi dengan analisis kritis terhadap beberapa fakta yang ditemukan. Dari hasil penelitian didapatkan berbagai temuan berupa pengadopsian beberapa ritualisme keagamaan Syi’ah Ismailiyyah yang dilakukan oleh kaum Sunni baik pada masa pemerintahan Fathimiyyah maupun pada masa kekuasaan Salah al-Din al-Ayyubi. Kecintaan kaum Syi’ah Ismailiyyah terhadap Ahl al-Bayt melahirkan beberapa ritualisme keagamaan baru dalam Islam seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Maulid ‘Ali ibn Abi Thalib, Maulid Fathimah az-Zahra, Maulid Hasan serta Maulid Husayn ibn Ali. Beberapa peringatan lain juga dilaksanakan seperti peringatan Ghadr al-Khum, peringatan akhir dan awal tahun Hijriyah, awal Rajab, Nisf Rajab, awal Sya’ban, Nisf Sya’ban serta peringatan awal dan Nisf Ramadhan. Peringatan-peringatan inilah yang kemudian diturunkan kepada Masyarakat Islam Kairo di bawah kepemimpinan Salah al-Din al-Ayyubi.
IDENTITAS DAN TRADISI KEISLAMAN: MUSLIM JAWA TRADISIONALIS DAN REFORMIS DI SURINAME (1890-1975) liris maulinaa; Nurrohim
CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): CARITA : Jurnal Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/carita.v4i2.16869

Abstract

Islam di kalangan etnis Jawa di Suriname menampilkan karakteristik yang berbeda dari tanah asal akibat perbedaan antara kelompok tradisionalis yang menjaga warisan leluhur dan kelompok reformis yang berusaha memurnikan kembali ajaran Islam. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses migrasi etnis Jawa ke Suriname (1890-1939), pembentukan jati diri Muslim Jawa di Suriname (1890-1975), serta praktik tradisi keagamaan khas yang dilakukan oleh Muslim Jawa di Suriname. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis melelui studi pustaka. Metode historis digunakan untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu secara objektif ke dalam penelitian Adapun sumber primer yang digunakan berasal dari Natinonaal Archief dan dokumen-dokumen tertulis sezaman, yang dipadukan dengan analisis penelitian-penelitian sebelumnya berupa jurnal, artikel, buku, skripsi dan publikasi web terkini. Dalam penelitian ini, teknik analisis dilakukan dengan interpretasi yaitu menafsirkan dan menghubungkan fakta-fakta yang telah diverifikasi untuk memahami makna dan hubungan antara peristiwa pada sumber yang digunakan dalam penelitian ini yang telah melalui tahap verifikasi. Hasil penelitian ini adalah; sejarah migrasi etnis Jawa ke Suriname (1890-1939), bentuk identitas Muslim Jawa di Suriname (1890-1975) (kelompok tradisionalis dan kelompok reformis), dan bentuk tradisi keagamaan Muslim Jawa di Suriname khususnya slametan, juga beberapa tradisi lain; Nyadran, Sedekah Bumi dan Bodo Kupat. Disertai juga organisasi dan tokoh Muslim Jawa yang berpengaruh di Suriname. Secara teoritis, penelitian ini mendefinisikan teori diaspora dengan menunjukkan bahwa identitas migran tidak terbentuk secara replikatif, melainkan melalui negosiasi keagamaan yang penuh kompleks, sekaligus memperluas konsep identitas budaya  yang memperlihatkan bagaimana ketahanan budaya yang dibawa dari tanah air. Sedangkan secara praktis, penelitian ini memberikan gambaran tentang cara menjaga identitas dan adaptasi bagi kelompok minoritas dalam ruang diaspora global.