HASANAH, HIELMA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSELING REALITAS SEBAGAI METODE MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL HASANAH, HIELMA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 8 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode konseling realitas sebagai media untuk mengatasi kondisi kecemasan menghadapi ujian nasional. Permasalahan kecemasan menghadapi ujian nasional yang dimaksud ditunjukkan melalui adanya perilaku menghindar dari segala hal yang berhubungan dengan ujian nasional. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas IX yang sedang dalam masa pembekalan menghadapi ujian akhir (try out). Siswa memiliki kemampuan yang baik dalam prestasi akademisnya, nilai ulangan maupun ujian yang diperoleh selama ini tidak pernah di bawah standart kkm. Namun perilaku menghindar dari persiapan ujian berulang muncul menjelang pelaksanaan ujian akhir seperti UN di akhir masa sekolah menegah pertama dan EBTA di akhir masa sekolah dasar lalu. Desain penelitian yang digunakan adalah single case experiment design. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan serangkaian asesmen yaitu kuesioner (reaction to test), wawancara, EPPS dan tes grafis. Hasil asesmen menunjukkan bahwa subjek mengalami kecemasan dalam menghadapi ujian yang tergambar dalam bentuk irrelevant thingking, subjek cenderung memiliki rasa ragu pada kemampuannya menghadapi ujian sehingga berdampak pada perilakunya yaitu menghindari segala hal yang berhubungan dengan ujian. Teori pada penelitian ini mengacu kepada teori kecemasan menghadapi ujian oleh Sarason (1984). Adapun hasil dari perlakuan yang diberikan menunjukkan bahwa setelah pemberian konseling invidual dengan teknik konseling realitas, pada pelaksanaan evaluasi observasi dan wawancara terlihat adanya perubahan terhadap kondisi kecemasan subjek dalam menghadapi ujian yang terlihat pada perubahan perilaku subjek dalam persiapan menghadapi ujian. Subjek mulai turut serta dalam kegiatan try out dan mulai menyusun target target capaian yang ingin ia lakukan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode konseling realitas mampu mengatasi permasalahan kecemasan menghadapi ujian. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan agar metode konseling realitas dapat mejadi salah satu media untuk mengatasi permasalahan kecemasan menghadapi ujian.
TERAPI MODIFIKASI PERILAKU TOKEN EKONOMI DAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI METODE MENGATASI PERILAKU NON COMPLIANT PADA SISWA SLOW LEARNER HASANAH, HIELMA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 9 No 1 (2024): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi modifikasi perilaku token ekonomi dan psikoedukasi sebagai media untuk mengatasi perilaku non compliant pada siswa slow learner. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas X dengan kondisi slow learner disertai perilaku non compliant yaitu perilaku tidak patuh aturan yang ditunjukkan dengan kegagalan secara konsisten mengikuti instruksi. Seperti, tidak mengerjakan tugas, tidak menulis, keluar kelas, dan lain sebagainya. Kondisi slow learner dan perilaku bermasalah non compliant semakin diperkuat karena respon lingkungan sekitar yang cenderung abai, kurang memberikan tanggung jawab dan kepercaaan kepada subjek. Desain penelitian yang digunakan adalah single case experiment design. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan serangkaian asesmen yaitu test intelegensi WISC, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil asesmen disimpulkan bahwa subjek mengalami masalah perkembangan intelektual slow learner disertai perilaku bermasalah non compliant. Teori pada penelitian ini mengacu kepada teori slow learner oleh Reddy, dkk (2006) dan Shaw (2010) serta teori perilaku non compliant oleh Overton dan Sullivan (2008). Adapun hasil dari perlakuan yang diberikan, menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi token ekonomi perilaku non compliant subjek menurun secara konsisten. Disamping itu juga diketahui dari hasil evaluasi observasi dan wawancara setelah pelaksanaan psikoedukasi, guru dan figur lekat subjek merasa lebih tahu bagaimana menyikapi dan memberikan stimulus yang tepat untuk mengatasi perilaku non compliant subjek. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode modifikasi perilaku token ekonomi dan psikoedukasi mampu mengatasi perilaku non compliant pada siswa slow learner. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan agar metode modifikasi perilaku token ekonomi dan psikoedukasi dapat menjadi media mengatasi perilaku non compliant pada siswa slow learner.