Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAWIN LARI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KEPULAUAN SEPUDI DESA KALOWANG KECAMATAN GAYAM KABUPATEN SUMENEP) ODI, MAS
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 9 No 1 (2024): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkawinan sering ditemui berbagai masalah, baik sebelum, ketika dan sesudah dilangsungkannya perkawinan. Masalah-masalah tersebut ada kalanya datang dari keluarga dan juga masyarakat. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah menyangkut pelaksanaan akad nikah. Hal ini terjadi disebabkan karena wali nikah tidak mau menikahkan anak perempuannya dikarenakan tidak menyetujui pernikahan, sehingga mengakibatkan praktek kawin lari sebagai cara untuk mendapatkan persetujuan dari sang wali atau ayah perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah a) Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan calon suami istri melakukan kawin lari; b) untuk mengetahui kawin lari dalam pandangan hukum Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menekankan pada sumber data lapangan sebagai data primer, serta literatur sebagai sumber kedua sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa: 1) Faktor-faktor penyebab terjadinya kawin lari di Kepulauan Sepudi di Desa Kalowang Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep yaitu tidak adanya restu dari pihak keluarga; tidak sanggup memberi mahar yang diminta; dan pergaulan bebas; 2) Pandangan hukum islam terhadap kawi lari dalam hukum islam dikenal khitbah sebelum dilangsungkannya pernikahan. Proses ini dimaknai sebagai upaya mengenal lebih jauh antara kedua calon mempelai dan juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara kedua belah pihak keluarga yang laki-laki dan perempuan. Sesuatu yang baik bila ditinggalkan, apalagi justru melakukan tindakan yang sesungguhnya tidak terpuji, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang tercela. Sekalipun pernikahannya masih dapat disahkan, namun prosesnya tidak baik.
Menciptakan Keterampilan Belajar Siswa Melalui Literasi, untuk Meningkatkan Hasil Belajar Odi, Mas; Za’iem, Abdullah; Abror, Kanzil; Aini, Anisyah Fitrotul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.761

Abstract

Literacy plays a crucial role in fostering effective learning skills in students, which directly influences their learning outcomes. Literacy in this context includes various types such as reading, writing, numeracy, and digital literacy, providing a foundation for students to develop critical, analytical, and creative thinking skills. By implementing integrated literacy programs in education, students gain not only knowledge but also the skills to access, understand, and process information independently. This helps students face increasingly complex learning challenges in the 21st century. Therefore, literacy functions not only as a tool for acquiring information but also as a foundation for building broader and deeper learning skills. Furthermore, the application of digital literacy in learning offers students the opportunity to utilize technology to enhance their abilities. A comprehensive literacy concept, including the culture of school literacy, can improve the quality of learning and create an environment that supports students' skill development. Overall, efforts to cultivate learning skills through literacy play a significant role in facilitating improved learning outcomes for students at various educational levels.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERCERAIAN YANG DIAKIBATKAN PERSELINGKUHAN ODI, MAS
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 9 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah tinjauan hukum Islam terhadap perselingkuhan sebagai alasan perceraian. Penelitian bertujuan : (1) Untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat perceraian yang diakibatkan perselingkuhan di Kabupaten Sumenep. (2) Untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan perselingkuhan sebagai alasan perceraian di Kabupaten Sumenep (3) Untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap putusan perceraian akibat perselingkuhan di Kabupaten Sumenep. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif atau penelitian lapangan dengan pendekatan yuridis sosiologis Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumenep yang berlokasi di Pengadilan Agama Sumenep.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat perceraian yang diakibatkan perselingkuhan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 sebanyak 1.434 kasus perceraian, pada tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak menjadi 1.303 kasus perceraian. (2) Faktor yang menyebabkan perselingkuhan sebagai alasan perceraian di Kabupaten Sumenep adalah terjadinya perselisihan dan pertengkaran, komunikasi yang kurang baik, rasa cemburu yang tinggi, adanya faktor ekonomi, dan tempat tinggal terpisah di kota yang berjauhan, dan lain sebagainya. (3) Tinjauan hukum Islam terhadap putusan perceraian akibat perselingkuhan di Kabupaten Sumenep diputusnya suatu perceraian oleh Pengadilan Agama Sumenep dengan latar belakang perselingkuhan merupakan suatu putusan yang didasarkan atas asas kemaslahatan. Jika perkawinan tetap dilanjutkan, keadaan rumah tangga mungkin akan bertambah buruk. Apabila salah satu dari pasangan suami istri melakukan perselingkuhan yang mengakibatkan ketidakharmonisan rumah tangganya, maka demi mencegah bahaya yang lebih besar lagi, perceraian boleh untuk diputuskan, hal ini sesuai dengan kaidah ushul fiqh. apabila dengan perceraian kedua pihak akan lebih baik apabila mereka terus menerus dalam ketidakharmonisan, maka hakim harus memberi putusan cerai bagi keduanya.