Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang memerlukan waktu yang panjang dalam pengobatannya dan menimbulkan gejala fisik yang cukup mengganggu penderitanya.. Selain itu tuberkulosis dapat menimbulkan perasaan rendah diri dan malu pada penderitanya, hal tersebut dapat menimbulkan stres pada penderitanya. Stres yang dialami oleh penderita dapat mempengaruhi kualitas hidupnya yang dapat berdampak pada keberhasilan pengobatan.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak.Metode : Penelitian ini bersifat kuantitif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dilanjutkan dengan purposive sampling dengan jumlah responden 70 penderita. Uji statistik menggunakan uji korelasi Kendall"™s Tau.Hasil : Hasil analisa univariat didapatkan sebagian besar memiliki tingkat stres sedang sebanyak 42 responden (70%) dan memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 52 responden (74,3%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak (p=0,009).Kesimpulan : Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup penderita penyakit tuberkulosis di wilayah Puskesmas Perumnas II Pontianak.