Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGENALI INSTITUTIONAL BETRAYAL DALAM ISU KEKERASAN SEKSUAL DI INSTITUSI PENDIDIKAN Kamilia, Afi
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i2.3095

Abstract

Artikel jurnal ini membahas mengenai identifikasi dan perbandingan institutional betrayal dalam kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan agama dan institusi pendidikan (lembaga kampus) dengan menggunakan metode deskriptif. Data diambil dari studi literatur dan kasus riil yang terjadi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis institusi memiliki kemungkinan terjadinya pengkhianatan institusional dalam kasus kekerasan seksual, dipengaruhi oleh faktor seperti kekuatan dan otoritas tokoh otoritatif, struktur kelembagaan, dan budaya. Namun, terdapat perbedaan dalam cara institutional betrayal terjadi di kedua jenis institusi, dengan institusi pendidikan agama cenderung lebih rentan terhadap pengkhianatan institusional yang berdampak besar pada korban. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk memahami konsep institutional betrayal dan memberikan rekomendasi dalam mencegah kekerasan seksual di institusi pendidikan.
Domestic Crime from a Legal and Societal Perspective Aditya, Muhammad; Ramadhani, Riska; Azzahra, Zalfa; Syawaliah, Yuspita; Najwa, Najwa; Kamilia, Afi
Jurnal Litigasi Amsir Vol 13 No 1 (2025): November
Publisher : Faculty of Law Andi Sapada Institute of Social Sciences and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines sexual violence perpetrated by stepparents against children under their care as a form of failure of the child protection system within the family. It focuses on the dynamics of remarriage families, which often create power imbalances, making stepchildren, especially girls, highly vulnerable to violence. Using a normative and empirical approach, this study analyzes Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak and Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, and combines these with interview results and case studies in Parepare, South Sulawesi. The results indicate that sexual violence in stepfamilies is triggered by weak social control, the mother's economic dependence on her new husband, as well as a closed legal process and minimal victim recovery services. Therefore, integrated steps are needed, including legal reform, strengthening child protection institutions, and changing social culture so that every child is protected in a real, dignified, and just manner