Nur Agustiningsih, Yulia Isca Ambarwati,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARSITEKTUR MASJID AL-IKHSANIAH OLAK KEMANG 1880-2010 Nur Agustiningsih, Yulia Isca Ambarwati,
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.9 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v5i1.101

Abstract

AbstrakMasjid di setiap daerah mempunyai perbedaan dan ciri khusus dari segi arsitekturnya, dalam segi arsitektur sering terjadi akulturasi budaya dengan budaya lokal maupun budaya asing. Arsitektur adalah salah satu seni kebudayaan yang menyentuh segi kemanusiaan secara langsung, yang dengan sendirinya mengandung faktor pelaksanaan kehidupan manusia. Hal tersebut dapat berupa gambaran dari corak kehidupan masyarakat dengan segala kelengkapannya seperti masa kehidupannya, latar belakangnya, pembentukan kebudayaanserta bagaimana kehidupan tersebut direalisasikan ke dalam bentuk-bentuk fisik bangunan, karya seni dan bentuk kepercayaan. Masjid Al-Ikhsaniah merupakan masjid tertua di kota Jambi didirikan pada tahun 1880 oleh Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, seorang tokoh penyebar Islam di Jambi dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Masjid Batu ini didirikan Sayyid Idrus  untuk memenuhi fungsi tempat ibadah dan syiar agama Islam bagi masyarakat seberang kota Jambi. Dari segi arsitektur masjid Al–Ikhsaniah merupakan perpaduan budaya Hindu dan Islam. Budaya hindu terlihat dari bentuk atap mesjid yang lebih identik dengan bentuk rumah joglo dan meru di Bali. Sedangkan budaya Arab yang berpadu dengan budaya lokal tergambar dalam lengkungan halus gaya kaligrafi, mimbar, tiang, menara dan lengkungan-lengkungan hiasan jendela. Perpaduan budaya ini menjadi ciri khas Masjid Al–Ikhaniah Olak kemang.Kata Kunci: Arsitektur, Mesjid Al-Ikhsaniah. AbstractMosques in each region have differences and special characteristics in terms of architecture, in terms of architecture there is often cultural acculturation with local and foreign cultures. Architecture is one of the cultural arts that touches humanity directly, which in itself contains factors for the implementation of human life. This can be in the form of a description of the style of community life with all its features such as the period of its life, its background, the formation of culture and how that life is realized into physical forms of buildings, works of art and forms of belief. Al-Ikhsaniah Mosque is the oldest mosque in Jambi city, founded in 1880 by Sayyid Idrus bin Hasan Al-Jufri. Sayyid Idrus, a figure who spread Islam in Jambi with the title Pangeran Wiro Kusumo. This Stone Mosque was founded by Sayyid Idrus to fulfill the function of a place of worship and the syiar of Islam for people across the city of Jambi. In terms of architecture, the Al-Ikhsaniah mosque is a blend of Hindu and Islamic culture. Hindu culture can be seen from the shape of the roof of the mosque which is more identical to the shape of the joglo and meru houses in Bali. Meanwhile, Arabic culture which blends with local culture is depicted in the subtle arches of the calligraphy style, pulpit, pillars, towers and window ornaments. This cultural blend is the hallmark of the Masjid Al-Ikhaniah Olak Kemang.Keywords: Architecture, Al-Ikhsaniah Mosque.