Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meninjau Gerakan Moderasi Beragama pada Organisasi Sipil: Strategi Organisasi Kemahasiswaan di Kota Semarang Andhika Putri Maulani; Khasiatun Amaliyah; Ismi Zakiyah; Nailatus Zahro
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v7i1.3128

Abstract

One of the strategic agents of religious moderation is university student organisations. This research discusses student organisations interfaith in Semarang City. The approach used here is the functional structural theory by Talcott Parson regarding civil organisations as a social system in society. Through this approach, researchers aim to examine the role of student organisations in Semarang in implementing the values of religious moderation. This research shows that student organisations in Semarang reflect a diverse vision of religious moderation. From the study of six organisations including PMII, HMI, KAMMI, GMNI, IMM, and PMKRI, researchers formulate models of religious moderation movement in these student organisations, namely, (1) Through the student interfaith discussion forum which emphasises the provision of facilities and forums given to students in implementing the values of religious moderation; (2) Through the public interfaith forum reaches out the general public through various activities that integrated the value of religious moderation and social movements; (3) Through the Orientation of Organisational Movement, the role and function of the organisation, both through works program, vision and mission with concerns towards implementing and practising religious moderation. This research is qualitative and uses the descriptive-analytical method. The data of the research are presented in descriptive form. [Salah satu agen strategis moderasi beragama adalah organisasi kemahasiswan. Penelitian ini membahas organisasi kemahasiswaan lintas agama di Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah teori struktural fungsional yang dikembangkan oleh Talcott Parson tentang organisasi masyarakat sebagai suatu sistem sosial dalam masyarakat. Melalui pendekatan ini, peneliti hendak menelaah peran organisasi kemahasiswaan di Semarang dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi-organisasi kemahasiswaan di Kota Semarang memiliki visi yang beragam tentang moderasi beragama. Dari telaah pada 6 organisasi yang meliputi PMII, HMI, KAMMI, GMNI, IMM, dan PMKRI, penulis merumuskan model-model gerakan moderasi beragama pada organisasi kemahasiswaan tersebut, di antaranya, (1) Melalui forum diskusi lintas agama (Linag) Mahasiswa yang menekankan pada penyediaan sarana maupun forum yang diberikan kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama; (2) Melalui forum kegiatan lintas agama (Linag) Umum yang menjangkau masyarakat umum lewat berbagai kegiatan yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan gerakan sosial; (3) Melalui Arah Gerak Organisasi, yakni melalui peran serta fungsi organisasi, baik melalui program-program kerja, visi dan misi dengan konsen yang beorientasi pada mengimplementasikan maupun pengamalan moderasi beragama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskriptif.]